Dari belum pernah memakai komputer sampai pengguna mandiri

Kursus Komputer Semarang Guru ke Rumah & Online

Kursus komputer privat di Semarang untuk yang mulai dari nol: mengenal papan ketik, menata berkas, menulis dokumen, dan menjaga akun tetap aman.

Kursus Komputer di Semarang

Sekilas Komputer privat di Semarang

Kursus komputer privat di Semarang untuk yang mulai dari nol: mengenal papan ketik, menata berkas, menulis dokumen, dan menjaga akun tetap aman. Satu tutor satu peserta, duduk di depan komputer yang Anda pegang sesudah kelas selesai: meja rumah Anda di Semarang, atau layar yang sama lewat sambungan daring. Tiap pertemuan Rp109.875 hingga Rp160.075, bergerak menurut apa yang sudah sanggup dikerjakan tanpa ditemani.

Konsultasi & Daftar

Spesifikasi Les

Peserta
Orang dewasa yang tumbuh tanpa komputer, pekerja yang pekerjaannya berubah, pelajar yang butuh mengejar, dan siapa pun yang selama ini hanya memakai ponsel
Format
Privat, satu tutor satu peserta
Lokasi
Di depan komputer yang Anda pakai sesudah kelas selesai: meja rumah Anda di Semarang, atau layar itu diteruskan lewat sambungan daring
Panjang sesi
60 menit selagi tangan masih asing di papan ketik, 90 menit begitu geraknya mulai lancar, 120 menit bila laptop sudah jadi benda harian
Tarif Dasar
Rp109.875 per sesi
Tarif Menengah
Rp124.325 per sesi
Tarif Lanjutan
Rp160.075 per sesi
Perangkat
Laptop atau komputer milik sendiri. Tombol dan jalan menuju berkas berpindah tempat dari satu mesin ke mesin lain, dan tangan cuma menghafal mesin yang ia buka tiap hari
2.000+tutor lolos kurasi1-on-1satu tutor satu siswaKe rumahSemarang atau onlineGaransiganti tutor mudahAssessmentdipetakan di awal

Tanda kemajuan

Empat tanda bahwa komputer berhenti terasa menakutkan

Kemajuan diukur dari apa yang bisa dikerjakan sendiri tanpa didampingi, bukan dari jumlah pertemuan. Peserta yang berlatih di sela sesi bergerak jauh lebih cepat, dan itu satu-satunya pembeda yang paling terasa.

  1. 01

    Berani menyentuh tanpa bertanya dulu

    tanda pertama

    Peserta mengklik sendiri untuk melihat apa yang terjadi, bukan menunggu izin. Ini biasanya datang setelah sekali dua kali membuktikan bahwa kesalahan bisa dibatalkan.

  2. 02

    Menemukan kembali berkas yang disimpan minggu lalu

    tanda kedua

    Yang menandai tahap ini adalah tahu di mana berkas itu berada. Peserta yang sampai di sini berhenti mengirim berkas ke dirinya sendiri lewat pesan sebagai cara mengingat.

  3. 03

    Mengetik tanpa menunduk ke papan ketik

    tanda ketiga

    Belum cepat, tetapi mata sudah tinggal di layar. Sejak titik ini kecepatan bertambah sendiri lewat pemakaian sehari-hari tanpa latihan khusus.

  4. 04

    Menyelesaikan satu urusan nyata dari awal sampai selesai

    penutup tingkat dasar

    Menulis surat, menyimpannya sebagai pdf, melampirkannya di surel, lalu mengirimnya. Peserta yang menuntaskan rangkaian ini biasanya siap memilih arah lanjutan.

Kenapa Edusora

Kenapa memilih les Komputer Edusora

Unggulan utama

Tangan dulu, aplikasi belakangan

Posisi jari, penanda timbul di huruf F dan J, dan mengetik tanpa melihat papan ketik dilatih lebih awal. Peserta yang mengetik dengan dua jari sambil mencari huruf akan tetap lambat meski aplikasinya sudah dikuasai, dan lambat itu melelahkan sampai orang berhenti mencoba.

Folder, bukan galeri

Pengguna yang terbiasa di ponsel jarang pernah memikirkan tempat berkas disimpan, sebab galeri mengurusnya sendiri. Di komputer, berkas punya alamat. Menata folder sejak awal mencegah kebiasaan menyimpan semuanya di layar depan lalu kehilangan jejaknya.

Kesalahan dibiarkan terjadi

Peserta dibiarkan salah klik, lalu diajak memulihkannya sendiri. Rasa takut merusak adalah penghambat terbesar bagi pengguna baru, dan cara paling cepat menghilangkannya adalah membuktikan bahwa hampir semua kesalahan bisa dibatalkan.

Pintu masuk ke kursus lain

Program ini menyiapkan fondasi yang dipakai kursus Excel, Microsoft Office, desain grafis, dan pemrograman. Peserta yang langsung melompat ke aplikasi khusus sering tersendat karena menata berkas dan mengetik masih memakan seluruh perhatiannya, sementara aplikasi khususnya sendiri belum menjadi penghambat.

Lima medan di depan layar

Yang dikerjakan tangan Anda sepanjang sesi, dan titik tempat pengguna baru biasanya mandek

Urutannya menyesuaikan hasil asesmen. Peserta yang sudah lancar mengetik biasanya mulai dari menata berkas, sedangkan yang belum pernah memegang papan ketik memulai dari wilayah pertama dan tinggal di sana beberapa pertemuan.

  1. 1

    Papan ketik dan tetikus

    fondasi

    Yang dibahas. Posisi sepuluh jari, penanda timbul di F dan J, klik kanan, seret dan lepas, serta empat pintasan yang paling sering terpakai sehari-hari.

    Jebakan umum. Mengetik dengan dua jari sambil menunduk mencari huruf. Kecepatannya mentok dan lehernya cepat lelah, sehingga sesi belajar jadi terasa berat.

    Cara tutor. Dilatih sedikit di setiap pertemuan alih-alih diborong di satu sesi, karena yang dibentuk kebiasaan tangan, bukan pengetahuan.

  2. 2

    Berkas dan folder

    titik balik

    Yang dibahas. Tempat berkas disimpan, membuat dan menamai folder, memindahkan, mencari kembali, serta membaca akhiran nama berkas seperti docx, pdf, dan jpg.

    Jebakan umum. Semua berkas ditumpuk di layar depan dengan nama bawaan kamera atau unduhan. Setelah beberapa bulan, mencari satu berkas jadi lebih lama daripada membuatnya ulang.

    Cara tutor. Peserta menata berkasnya sendiri di sesi, bukan berkas contoh, supaya susunannya langsung terpakai sesudah tutor pulang.

  3. 3

    Menulis dan mencetak dokumen

    paling cepat terpakai

    Yang dibahas. Membuat surat dan laporan sederhana, mengatur margin serta ukuran huruf, menyimpan sebagai pdf, dan mencetak dengan hasil yang sesuai layar.

    Jebakan umum. Dokumen dirapikan dengan menekan spasi dan enter berulang kali. Susunannya berantakan begitu satu kata ditambahkan di awal.

    Cara tutor. Diperkenalkan cara merapikan yang tahan diedit sejak dokumen pertama, sebab kebiasaan menekan spasi paling sulit dilepas belakangan.

  4. 4

    Internet dan surel

    penghubung

    Yang dibahas. Menelusuri dengan kata kunci yang tepat, membedakan hasil berbayar dari hasil biasa, mengirim surel berlampiran, dan mengunduh ke tempat yang diketahui.

    Jebakan umum. Berkas diunduh lalu hilang, karena tempat unduhan tak pernah dibuka. Peserta menyangka berkasnya gagal terunduh dan mengulanginya berkali-kali.

    Cara tutor. Folder unduhan dibuka bersama di pertemuan pertama yang membahas internet, dan dijadikan tempat singgah tetap.

  5. 5

    Keamanan dasar

    penjaga

    Yang dibahas. Kata sandi yang berbeda tiap layanan, verifikasi dua langkah, mengenali tautan dan lampiran mencurigakan, serta memperbarui perangkat lunak.

    Jebakan umum. Satu kata sandi dipakai untuk semua akun. Ketika satu layanan bocor, seluruh akun lain ikut terbuka tanpa perlu diretas satu per satu.

    Cara tutor. Dibereskan di akun peserta sendiri saat sesi, karena penjelasan tanpa praktik hampir selalu berhenti di niat.

Dua titik berangkat

Mulai dari nol, atau merapikan yang sudah setengah jalan

Anda selama ini hanya memakai ponsel dan komputer terasa asing
Ada pekerjaan atau urusan yang mulai menuntut komputer dan tenggatnya sudah dekat
Mengetik masih dengan dua jari sambil mencari huruf
Berkas sering hilang setelah disimpan, atau ditumpuk di layar depan
Anda ingin mendampingi anak atau cucu tanpa selalu bergantung pada orang lain

Antara dua pertemuan

Latihan pendek yang membuat keterampilan menempel

Lima belas menit mengetik tanpa melihat tangan

Dikerjakan setiap hari, isinya apa saja, bahkan menyalin paragraf dari koran. Yang dilatih adalah ingatan posisi jari, dan ia hanya terbentuk dari pengulangan pendek yang sering ketimbang satu sesi panjang sepekan sekali.

Satu berkas disimpan ke tempat yang dipilih sendiri

Buat dokumen baru, lalu simpan ke folder yang Anda tentukan, bukan ke tempat yang ditawarkan komputer. Kebiasaan ini yang memisahkan pengguna yang berkasnya bisa ditemukan dari pengguna yang mencarinya tiap kali.

Satu pintasan papan ketik baru per pekan

Cukup satu, dipakai sampai tangan melakukannya tanpa dipikir. Menyalin, menempel, membatalkan, dan mencari adalah empat yang paling cepat terasa gunanya di pekerjaan sehari-hari.

Mencoba satu hal yang belum pernah diklik

Dengan dokumen latihan yang boleh rusak. Rasa takut merusak adalah penghambat terbesar bagi pengguna baru, dan ia hilang lewat pengalaman memulihkan sendiri, bukan lewat penjelasan.

Memeriksa satu surel atau pesan tanpa dibantu

Membuka, membaca, membalas, dan melampirkan satu berkas. Rangkaian itu memuat hampir semua keterampilan dasar sekaligus, sehingga ia pengukur kemajuan yang paling jujur.

Mencatat pertanyaan yang muncul saat sendirian

Tulis di kertas atau di ponsel ketika Anda tersendat di rumah. Pertanyaan yang muncul saat benar-benar memakai komputer jauh lebih berguna dibahas di sesi daripada pertanyaan yang dipikirkan di depan tutor.

Dalam Angka

Empat hal yang membuat komputer terasa asing padahal ponsel terasa mudah

2 tonjolan
penanda timbul di huruf F dan J pada setiap papan ketik, penunjuk posisi jari telunjuk yang jarang diberi tahu ke pengguna baru
Ctrl + Z
pintasan yang paling sering menyelamatkan pengguna baru, dan paling jarang diketahui sebelum ada yang menunjukkannya
3 tingkat
jarak yang dipetakan di pertemuan pertama: berapa banyak urusan komputer yang sudah tuntas di tangan Anda tanpa seorang pendamping di sebelah
60 menit
pertemuan terpendek yang tersedia, ukuran yang pas selagi tangan masih lebih akrab pada ponsel ketimbang papan ketik

Ponsel terasa mudah, komputer terasa asing. Kenapa begitu?

Banyak orang di Semarang lancar memakai ponsel setiap hari lalu membeku di depan laptop. Ini bukan soal usia atau kecerdasan. Ponsel dirancang menyembunyikan hampir semua hal: foto masuk ke galeri sendiri, aplikasi berjejer di layar, dan nyaris tidak ada keputusan yang perlu diambil pengguna.

Komputer bekerja dengan cara sebaliknya. Berkas punya alamat dan Anda yang menentukan alamatnya. Ada dua tombol pada tetikus dan keduanya berbeda fungsi. Satu berkas bisa dibuka beberapa program, dan akhiran namanya yang menentukan mana yang dipakai. Semua itu wajar bagi yang tumbuh bersamanya, dan sama sekali tidak wajar bagi yang tidak.

Karena itu kursus ini berangkat dari cara kerja, bukan dari daftar aplikasi. Peserta yang paham di mana berkasnya berada dan bagaimana membatalkan kesalahan akan belajar aplikasi apa pun sesudahnya dengan jauh lebih cepat.

Tiga tingkat, diukur dari apa yang sudah jalan tanpa ditemani

Dasar untuk yang sampai hari ini belum menuntaskan satu pun urusan komputer sendiri. Isinya papan ketik, berkas dan folder, satu pengolah kata, internet, dan surel. Selesai tingkat ini, urusan sehari-hari jalan tanpa seorang pendamping di sebelah.

Menengah untuk yang urusannya sudah jalan sendiri tetapi lewat jalan memutar yang panjang. Fokusnya kecepatan dan kerapian: pintasan papan ketik, menata berkas dalam jumlah banyak, bekerja dengan beberapa jendela sekaligus, dan menyimpan cadangan.

Lanjutan untuk yang sisa ketergantungannya sudah menyempit ke satu bidang. Isinya menyesuaikan tujuan peserta, misalnya pengolahan data, perangkat lunak khusus pekerjaan, atau persiapan sebelum masuk ke kursus pemrograman dan jaringan.

Tiap pertemuan dihargai Rp109.875 di Dasar, Rp124.325 di Menengah, dan Rp160.075 di Lanjutan, mengikut dalamnya materi masing-masing. Jaraknya diukur di pertemuan pertama, sebab menakar sendiri hampir selalu meleset ke dua arah: ada yang mengira dirinya nol padahal separuh tingkat Dasar sudah ia kerjakan tiap hari di ponselnya, ada pula yang merasa sudah cukup padahal berkasnya masih menumpuk di layar depan.

Komputer mana yang Anda pegang sesudah tutor pulang

Sesi dipasang di depan mesin yang akan Anda pakai sesudah kelas selesai. Bila mesin itu ada di meja rumah Anda di Semarang, tutor Edusora berangkat ke sana. Bila ia ada di tempat yang tak bisa didatangi, tutor masuk lewat sambungan daring dan menengok layarnya dari jauh. Untuk kursus komputer, memilih tempat sebetulnya memilih mesin.

Setiap laptop berbeda. Letak tombol daya, cara membuka pengaturan, folder unduhan bawaan, sampai versi sistem operasinya. Peserta yang berlatih di komputer milik lembaga sering pulang dan menemukan tampilannya tidak sama, lalu berhenti di langkah pertama. Mesin yang dilatih dan mesin yang dipakai sebaiknya satu benda yang sama, dan itulah yang menentukan tutor berangkat ke mana.

Alasan kedua lebih sederhana. Rasa malu bertanya jauh berkurang ketika tidak ada peserta lain di ruangan. Pengguna baru sering menahan pertanyaan yang dianggapnya terlalu sepele, padahal justru pertanyaan itu yang menghambat berminggu-minggu.

Setelah dasar dikuasai, ke mana biasanya peserta melanjutkan

Program ini kerap jadi pintu masuk, bukan tujuan akhir. Peserta yang pekerjaannya berhubungan dengan angka biasanya melanjutkan ke kursus Excel untuk mendalami rumus dan laporan. Yang pekerjaannya banyak menulis dan menyusun bahan presentasi melanjutkan ke Microsoft Office.

Sebagian lain berbelok ke arah yang lebih khusus: desain grafis, jaringan komputer, atau pemrograman. Ketiganya menuntut fondasi yang sama dengan yang dibangun di sini, dan peserta yang melompatinya hampir selalu kembali untuk menambalnya.

Arah lanjutan tidak perlu ditentukan di awal. Sebagian besar peserta baru tahu ke mana mereka ingin pergi setelah komputer berhenti terasa menakutkan, dan itu memang urutan yang wajar.

Keamanan akun: bagian yang paling sering dilewati di kursus dasar

Pengguna baru biasanya diajari membuat dokumen dan mengirim surel, lalu ditinggalkan tanpa pernah diajak memikirkan keamanan akunnya. Padahal justru pengguna barulah yang paling sering menjadi sasaran, sebab penipuan lewat surel dan pesan bekerja dengan membuat orang panik dan menekan tautan sebelum berpikir.

Yang dilatih di sini sederhana dan berulang. Memeriksa alamat pengirim sebelum menekan apa pun di dalam pesan. Mengetik sendiri alamat laman penting ketimbang mengikuti tautan. Mengenali bahwa lembaga resmi tak meminta kata sandi lewat pesan. Dan memakai kata sandi yang berbeda untuk surel utama, karena surel itu pintu pemulihan semua akun lainnya.

Verifikasi dua langkah dipasang bersama di sesi, tak diterangkan saja. Peserta yang memasangnya sendiri sambil didampingi tahu apa yang terjadi ketika kode diminta, dan itu yang membuatnya tak panik dan tak menonaktifkannya beberapa pekan kemudian.

Tanya jawab

Pertanyaan seputar les komputer di Semarang

Saya sudah berumur dan belum pernah memakai komputer. Apakah masih bisa?

Bisa. Peserta yang mulai dari nol justru tidak perlu membongkar kebiasaan keliru lebih dulu. Pertemuan pertama dipakai mengenal papan ketik dan tetikus, tanpa aplikasi apa pun, dan kecepatan sesi menyesuaikan Anda.

Berapa biaya kursus komputer di Semarang?

Dihitung per pertemuan, dan angkanya naik seiring dalamnya materi: Rp109.875 di tingkat Dasar, Rp124.325 di Menengah, lalu Rp160.075 di Lanjutan. Lama satu pertemuan mengikut jarak tangan Anda ke papan ketik: 60 menit selagi gerakannya masih dicari, sampai 120 menit kalau laptop sudah jadi benda harian, dengan 90 menit sebagai pilihan tengah. Irama pertemuan dalam sebulan ditetapkan sesudah pemetaan awal, sebab titik berangkat tiap orang berbeda.

Apakah harus punya laptop sendiri?

Sebaiknya begitu, sejak pertemuan pertama. Letak tombol dan tampilan berbeda antar perangkat, dan peserta yang berlatih di komputer lain sering tersendat begitu memakai perangkatnya sendiri di rumah.

Apa bedanya dengan kursus Excel atau Microsoft Office?

Kursus ini membangun fondasinya: papan ketik, berkas dan folder, internet, dan keamanan akun. Kursus Excel mendalami satu aplikasi pengolah angka, sedangkan Microsoft Office mencakup beberapa aplikasi perkantoran sekaligus. Banyak peserta menempuh yang ini lebih dulu.

Berapa lama sampai bisa dipakai sehari-hari?

Ukurannya adalah apa yang bisa dikerjakan tanpa didampingi, tak jumlah pertemuan. Sebagian besar peserta tingkat Dasar mulai menuntaskan urusan sendiri, seperti menulis surat lalu mengirimnya lewat surel, setelah beberapa pertemuan disertai latihan di sela sesi.

Bisakah materinya diarahkan ke pekerjaan saya?

Bisa, terutama di tingkat Menengah dan Lanjutan. Sampaikan pekerjaan yang ingin dipermudah, dan tutor menyusun materinya dari situ. Di tingkat Dasar urutannya lebih tetap, karena fondasinya memang sama untuk semua tujuan.

Apakah anak saya bisa ikut program ini?

Bisa, dan tutor menyesuaikan kecepatan serta contohnya. Untuk anak yang tujuannya mengarah ke pemrograman atau desain, Edusora juga punya program terpisah yang lebih sesuai.

Bagaimana kalau saya takut merusak komputernya?

Rasa takut itu wajar dan justru dibahas sejak awal. Peserta dibiarkan salah klik lalu diajak memulihkannya sendiri, karena membuktikan bahwa kesalahan bisa dibatalkan lebih meyakinkan daripada dijanjikan aman.

Apakah materinya memakai Windows atau macOS?

Mengikuti mesin yang benar-benar Anda buka tiap hari, sebab tombol dan jalan menuju berkas berpindah tempat antar mesin dan tangan cuma menghafal satu. Bila Anda belum punya perangkat, sebaiknya dibeli atau dipinjam lebih dulu sebelum sesi dimulai. Belajar di perangkat tutor lalu pulang ke perangkat berbeda membuat sebagian keterampilan perlu dipelajari dua kali.

Saya sudah bisa mengetik, tetapi lambat dan melihat papan ketik. Perlu diperbaiki?

Perlu, dan ini salah satu perbaikan yang hasilnya paling terasa. Mengetik sambil mencari huruf memakai perhatian yang seharusnya dipakai memikirkan isi tulisan. Perbaikannya memang terasa melambatkan di pekan pertama karena tangan dipaksa meninggalkan kebiasaan lama, lalu kecepatannya melewati titik semula dan terus naik. Yang perlu diterima hanyalah ketidaknyamanan di awal itu.

Apakah akan diajari mengetik sepuluh jari sampai benar-benar lancar?

Diajari posisinya dan dilatih sampai tangan menemukan huruf tanpa melihat, sedangkan kecepatan tinggi datang dari latihan harian di luar sesi. Jam sesi lebih berguna dipakai untuk hal yang perlu didampingi, dan latihan mengetik justru salah satu hal yang bisa dikerjakan sendiri dengan baik. Tutor menyiapkan bahan latihannya dan memeriksa posisi jari secara berkala.

Berapa lama sampai saya bisa mengurus surel dan dokumen sendiri?

Rentangnya bergantung titik awal dan latihan harian, dan yang dipakai sebagai pengukur adalah kemampuan menyelesaikan urusan sendiri tanpa seseorang di sebelah Anda. Tanda yang biasanya muncul lebih dulu adalah Anda berhenti memanggil orang lain untuk hal yang sama berulang kali. Perkiraan waktu diberikan setelah asesmen pertemuan pertama, sebab menebaknya sebelum itu akan menyesatkan.

Apakah saya akan diajari memakai aplikasi tertentu seperti Word atau Excel?

Dasarnya ya, pendalamannya ada di program tersendiri. Di program ini Anda mengenal cara membuat, menyimpan, dan mencetak dokumen, serta memahami tempat berkas disimpan. Begitu fondasi itu berdiri, kursus Excel atau Microsoft Office berjalan jauh lebih cepat karena waktunya tak lagi habis untuk hal yang sebenarnya bukan bagian aplikasi itu.

Bagaimana kalau saya lupa apa yang diajarkan di sesi sebelumnya?

Lupa adalah bagian normal dari belajar keterampilan baru, dan sesi dirancang dengan asumsi itu. Setiap pertemuan dibuka dengan mengerjakan ulang satu hal dari pertemuan sebelumnya, bukan dengan menjelaskannya ulang. Mengerjakan itu yang memperlihatkan bagian mana yang benar-benar sudah menempel. Catatan langkah juga ditinggalkan dalam bahasa Anda sendiri, karena catatan tutor sering tak terbaca lagi sepekan kemudian.

Apakah bisa belajar bersama pasangan atau saudara?

Bisa dibicarakan, dan untuk kursus komputer hal ini punya catatan yang perlu diketahui. Dua orang di depan satu papan ketik berarti satu orang mengamati sementara yang lain berlatih, dan yang mengamati tak memperoleh ingatan gerak yang sama. Bila keduanya ingin benar-benar mahir, dua perangkat atau sesi terpisah lebih berguna meski tampak lebih mahal.

Saya bekerja dan hanya bisa malam atau akhir pekan. Apakah tersedia?

Penjadwalan disesuaikan ketersediaan tutor dan dibicarakan sebelum program berjalan. Untuk peserta yang bekerja, sesi akhir pekan di rumah umumnya paling berkelanjutan karena tak bersaing dengan kelelahan setelah bekerja. Bila hanya malam yang memungkinkan, sesi 60 menit lebih masuk akal daripada 120 menit, sebab belajar keterampilan baru dalam keadaan lelah hasilnya tipis.

Apakah tutor bisa membantu membereskan berkas saya yang sudah menumpuk?

Bisa, dan itu sering menjadi sesi yang paling berguna karena bahannya nyata. Yang dikerjakan adalah membereskannya bersama sambil Anda memegang tetikus, bukan tutor yang membereskan lalu menyerahkan hasilnya. Susunan folder yang Anda tentukan sendiri jauh lebih mungkin dipakai terus daripada susunan rapi buatan orang lain.

Apakah program ini membantu kalau saya hanya ingin bisa mendampingi anak belajar?

Membantu, dan kebutuhan itu cukup sering menjadi alasan orang mendaftar. Keterampilan yang paling terpakai untuk itu adalah membuka dan menyimpan berkas tugas, mengunggah ke sistem sekolah, memeriksa surel dari guru, serta mengatur pembatasan di perangkat anak. Materi bisa diarahkan ke empat hal itu lebih dulu, dan sisanya menyusul sesuai kebutuhan.

Mata saya cepat lelah dan tulisan di layar terasa kecil. Bisakah disesuaikan?

Bisa, dan penyesuaian itu dikerjakan di sesi pertama sebelum materi apa pun dimulai. Ukuran tulisan, tingkat kecerahan, serta jarak dan tinggi layar semuanya bisa diatur, dan sebagian besar pengguna baru tak tahu pengaturan itu ada. Bekerja dengan layar yang tak terbaca nyaman membuat orang menyimpulkan dirinya tak berbakat, padahal yang keliru hanya pengaturannya.

Apakah saya perlu internet selama sesi?

Untuk sesi tatap muka di rumah, sebagian besar materi dasar berjalan tanpa internet: mengetik, menata berkas, membuat dan menyimpan dokumen. Internet diperlukan ketika masuk ke surel, pencarian, dan keamanan akun. Untuk sesi online, internet jelas diperlukan di kedua sisi, dan sambungan yang tersendat membuat pendampingan layar bersama sulit berjalan.

Saya pernah ikut kursus komputer dan tetap tidak bisa. Apa yang berbeda di sini?

Yang paling sering menjadi sebab adalah kelas berisi banyak peserta dengan satu kecepatan, sehingga peserta yang tertinggal di satu langkah terus berjalan ke langkah berikutnya tanpa pernah mengejar. Format satu tutor satu peserta menghilangkan hal itu: sesi berhenti di langkah yang belum jalan sampai benar-benar jalan. Yang juga berbeda, di sini Anda yang memegang tetikus sepanjang sesi, sebab keterampilan ini terbentuk di tangan.

Apakah ada sertifikat setelah program selesai?

Yang diberikan adalah keterangan penyelesaian program beserta rincian keterampilan yang dicapai. Perlu jujur soal nilainya di dunia kerja: keterangan semacam itu tak berfungsi seperti sertifikasi resmi vendor. Bila sertifikasi yang diakui pemberi kerja memang dibutuhkan, jalurnya ada di program yang menyiapkan ujian sertifikasi tersebut, dan itu dibicarakan terpisah.

Berapa lama saya sebaiknya mengambil program ini?

Tak ada jumlah pertemuan yang ditetapkan di muka, dan itu disengaja supaya Anda berhenti ketika memang sudah cukup. Ukurannya daftar keterampilan yang disusun pada asesmen awal. Program dinyatakan tuntas begitu seluruh butir di daftar itu sanggup Anda kerjakan sendiri tanpa ditemani. Sebagian peserta berhenti setelah fondasi berdiri lalu kembali beberapa bulan kemudian untuk keperluan yang lebih khusus, dan urutan itu sama sekali masuk akal. Keterangan keterampilan yang sudah dicapai ikut diserahkan di akhir, sehingga bila Anda kembali beberapa bulan kemudian titik awalnya tak perlu dipetakan dari nol lagi.

Apakah saya perlu belajar mengetik di ponsel juga, atau cukup di komputer?

Keduanya keterampilan yang berbeda dan tak saling menggantikan. Mengetik di ponsel memakai satu atau dua jempol dengan koreksi otomatis yang menutupi kekeliruan, sedangkan mengetik di papan ketik memakai sepuluh jari dan menuntut ketepatan sendiri. Orang yang sangat lancar di ponsel sering terkejut menemukan dirinya lambat di komputer, dan itu wajar. Program ini melatih papan ketik, sebab di situlah pekerjaan dokumen dan surel sebenarnya dikerjakan.

Layani sekarang

Waktunya serius dengan komputer

Daftar hari ini, tim kami mencarikan tutor komputer yang paling pas untukmu.