Pemula; keluarga, pendidik, dan pekerja layanan publik

Les Bahasa Isyarat Semarang Tutor Visit & Online

Les bahasa isyarat Edusora Semarang dimulai dari satu keputusan yang menentukan segalanya: BISINDO atau SIBI.

Les Bahasa Isyarat di Semarang

Inti dari Les Bahasa Isyarat di Semarang

Les bahasa isyarat Edusora Semarang dimulai dari satu keputusan yang menentukan segalanya: BISINDO atau SIBI. Keduanya dipakai di Indonesia, keduanya disebut bahasa isyarat, dan keduanya menentukan dengan siapa Anda nanti bisa berbicara. Ini bahasa dengan tata bahasanya sendiri, nol isyarat untuk kata-kata Indonesia. Rp140.950 setiap pertemuan.

Konsultasi & Daftar

Spesifikasi Les

Untuk siapa
Keluarga Tuli, pendidik, dan pekerja layanan publik
Keputusan pertama
BISINDO atau SIBI; menentukan dengan siapa Anda bisa berbicara
Format
Privat; satu peserta diampu satu pengajar
Tempat
Tempat yang Anda tunjuk di wilayah Kota Semarang, atau lewat layar
Panjang pertemuan
Sembilan puluh menit
Tarif
Rp140.950 per pertemuan
Biaya jalan pengajar
Terhitung sendiri, menurut jauh dekatnya alamat
Nol kami gantikan
Perjumpaan langsung dengan komunitas Tuli
2.000+tutor terseleksi
1-on-1satu tutor satu siswa
Ke rumahSemarang atau online
Garansiganti tutor
Assessmentmulai dari kebutuhan

Yang Anda terima

Apa yang dikerjakan di pertemuan, dan apa yang Anda bawa pulang

Seorang pengajar untuk seorang peserta

Nol ada kelas bersama, dan di sini alasannya teknis: pengajar wajib mengamati tangan, wajah, serta posisi tubuh Anda dalam waktu yang sama, dan pengamatan itu mustahil dibagi ke beberapa orang sekaligus.

Pilihan sistem yang dijelaskan, nol diputuskan untuk Anda

Beda BISINDO dan SIBI disampaikan beserta akibatnya terhadap dengan siapa Anda bisa berbicara. Keputusannya milik Anda, dan kami akan menyebut terbuka bila pilihan Anda nol cocok dengan sasaran yang Anda sebutkan.

Kosakata yang diambil dari hidup Anda

Dari rumah, pekerjaan, atau mata pelajaran yang Anda ajar. Daftar umum sengaja dihindari sebab isinya kerap nol pernah Anda pakai.

Latihan wajah dan ruang yang terpisah

Dikerjakan sengaja, dengan rekaman supaya Anda bisa melihat sendiri. Hampir semua peserta yakin wajahnya sudah bergerak sampai ia menonton rekamannya.

Kabar jujur tentang di mana Anda berdiri

Termasuk ketika yang perlu dikatakan bahwa isyarat Anda sudah cukup namun wajahnya masih datar, sehingga di percakapan nyata Anda akan dimengerti separuh.

Dorongan untuk keluar dari ruang les

Disampaikan berulang, sebab ini satu-satunya bagian yang menentukan kelancaran dan satu-satunya yang nol bisa kami kerjakan untuk Anda.

Tutor Bahasa Isyarat hadir di tempat ternyaman anak

Jadwal les bahasa isyarat disusun bareng keluarga, mengikuti ritme harian di rumah.

Urutannya

Dari memilih sistem sampai bertahan di percakapan

Lamanya bergeser menurut seberapa sering Anda berjumpa dan berbicara di luar pertemuan. Yang tetap urutannya: tiap tahap memakai hasil tahap di depannya.

  1. 01

    Sistem diputuskan

    Pertemuan 1

    BISINDO atau SIBI, diputuskan dari satu pertanyaan: siapa yang hendak Anda ajak bicara. Keputusan ini diambil sebelum satu isyarat pun diajarkan, dan nol diubah di tengah jalan tanpa alasan kuat.

  2. 02

    Abjad, angka, dan nama

    Pekan-pekan awal

    Isyarat abjad dipakai mengejakan nama dan kata yang isyaratnya belum Anda tahu, jadi ia alat darurat yang berguna sejak hari pertama. Angka dan waktu menyusul karena keduanya paling sering dipakai.

  3. 03

    Wajah dan ruang dilatih terpisah

    Dimulai bersamaan

    Alis, gerak kepala, bentuk mulut, dan arah pandang, dilatih sengaja sampai terasa biasa. Dikerjakan dari awal justru karena orang dewasa pendengar paling menahan bagian ini.

  4. 04

    Kosakata dari hidup Anda sendiri

    Bagian terpanjang

    Diambil dari rumah, pekerjaan, atau mata pelajaran yang Anda ajar, nol dari daftar umum. Kosakata yang terpakai melekat; yang nol terpakai hilang dalam sepekan.

  5. 05

    Menyusun di dalam tata bahasanya

    Begitu kosakata cukup

    Berhenti menerjemahkan dari kalimat Indonesia. Dilatih memakai urutan, arah gerakan, dan ruang di depan tubuh untuk menyatakan siapa melakukan apa kepada siapa.

  6. 06

    Bertahan tanpa panik

    Sasaran akhir program

    Sanggup memulai percakapan, bertanya, meminta diulang, dan tetap di dalam percakapan ketika belum paham. Dari titik ini kelancaran datang dari perjumpaan, nol dari les.

Terbuka saja

Pantas dimulai sekarang, atau lebih baik dicari di tempat lain

Halaman ini tempatnya

  • Ada anggota keluarga Tuli dan Anda hendak berbicara dengannya, nol lewat perantara
  • Anda mengajar atau mendampingi murid Tuli dan perlu memahami pilihan sistemnya
  • Pekerjaan Anda melayani orang banyak dan Anda ingin sanggup melayani tamu Tuli
  • Anda sudah hafal sejumlah isyarat dari video tapi merasa nol dimengerti saat mencoba
  • Anda hendak memulai dari dasar dengan urutan yang jelas, termasuk bagian wajah dan ruang

Yang membedakan

Pembeda les Bahasa Isyarat Edusora

Dua sistem berbeda, dan memilih keliru berarti salah lawan bicara

BISINDO lahir dan hidup di komunitas Tuli dengan tata bahasanya sendiri. SIBI disusun sebagai sistem baku yang mengikuti tata bahasa Indonesia dan dipakai di sekolah khusus. Keputusan ini diambil di pertemuan pertama, nol di tengah jalan.

Wajah dan tubuh itu tata bahasa, nol perasaan

Alis yang naik mengubah kalimat menjadi pertanyaan. Gerak kepala menyatakan penyangkalan. Peserta yang menggerakkan tangannya saja sambil berwajah datar akan dimengerti separuh, dan ia nol akan tahu bagian mana yang hilang.

Kosakatanya berbeda antar daerah

BISINDO punya ragam daerah, jadi isyarat yang dipakai di satu kota bisa berbeda di kota lain. Yang digarap di sini ragam yang dipakai di Semarang, sebab itulah yang menentukan Anda dimengerti di sini.

Perjumpaan langsung nol bisa digantikan les

Kami membangun dasarnya, dan kelancaran cuma datang dari berbicara dengan orang Tuli sungguhan. Itu kami sebut di hari pertama agar Anda nol mengira cukup berhenti di sini.

Adu cara belajar

Tiga jalan belajar bahasa isyarat, mana yang cocok untukmu?

FiturPilihan terbaikLes Bahasa Isyarat Privat EdusoraKe rumah di SemarangBimbel Bahasa Isyarat GrupBelajar Bahasa Isyarat Sendiri
Perhatian tutor saat belajar bahasa isyaratPenuh, satu untuk satuTerbagi ke banyak siswaTanpa pendamping
Materi bahasa isyarat disesuaikan level siswa
Selaras kurikulum sekolah di SemarangUmum
Latihan soal bahasa isyarat terarahSeragamCari sendiri
Assessment kebutuhan bahasa isyarat di awal
Tutor bahasa isyarat bisa diganti tanpa ribet

Keputusan pertama: BISINDO atau SIBI

Nol ada satu isyarat pun yang diajarkan sebelum satu hal ini jelas, dan hampir semua peserta baru nol tahu bahwa pilihan ini ada.

Di Indonesia ada dua hal yang sama-sama disebut bahasa isyarat. BISINDO tumbuh di dalam komunitas Tuli sendiri, punya tata bahasa sendiri yang nol mengikuti bahasa Indonesia, dan lazim memakai dua tangan. SIBI disusun sebagai sistem baku yang memetakan isyarat ke kata-kata bahasa Indonesia mengikuti urutan dan tata bahasa Indonesia, dan ia dipakai di lingkungan sekolah khusus.

Bedanya bukan soal aliran. Ia menentukan dengan siapa Anda nanti bisa berbicara. Komunitas Tuli secara luas memakai dan memperjuangkan BISINDO sebagai bahasanya; SIBI dikenal terutama lewat jalur pendidikan formal. Peserta yang menghabiskan enam bulan di sistem yang keliru akan menemukan dirinya tetap nol dimengerti oleh orang yang justru ingin ia ajak bicara.

Jadi pertemuan pertama dipakai menjawab satu pertanyaan: siapa yang hendak Anda ajak bicara? Kalau anak, kerabat, tetangga, atau pelanggan Tuli, jawabannya hampir selalu BISINDO. Kalau Anda guru di sekolah yang memakai SIBI dan perlu mengikuti bahan ajarnya, SIBI punya tempatnya. Sebagian peserta memerlukan keduanya, dan kalau itu keadaan Anda, urutannya kami susun supaya dua sistem itu nol tercampur di kepala.

Ini bahasa, bukan isyarat untuk kata-kata Indonesia

Salah paham yang paling mahal dibawa hampir semua pemula, dan ia nol terasa salah sampai percakapan nyata pertama.

Harapan yang lazim: setiap kata Indonesia punya isyaratnya, jadi belajar bahasa isyarat berarti menghafal daftar lalu memasangnya menurut kalimat Indonesia. BISINDO nol bekerja begitu. Ia punya tata bahasanya sendiri: urutannya berbeda, sebagian keterangan disampaikan lewat ruang di depan tubuh, dan arah gerakan bisa mengubah siapa melakukan apa kepada siapa.

Akibatnya praktis. Peserta yang menerjemahkan kalimat Indonesia kata demi kata akan menghasilkan sesuatu yang bisa diikuti dengan susah payah tapi terasa kaku, seperti orang asing berbicara Indonesia dengan tata bahasa bahasanya sendiri. Dimengerti separuh, dan kerap salah dimengerti di bagian yang penting.

Maka sejak pekan-pekan awal yang dilatih menyusun di dalam tata bahasanya, bukan menerjemahkan dari kepala. Itu terasa lebih lambat pada bulan pertama, dan ia mencegah kebiasaan yang jauh lebih mahal diperbaiki belakangan.

Wajah dan tubuh membawa tata bahasanya

Bagian ini paling sering dilewati peserta pendengar, dan ia justru yang paling cepat membuat Anda dimengerti.

Dalam bahasa isyarat, sebagian besar tata bahasa nol berada di tangan. Posisi alis membedakan pernyataan dari pertanyaan. Gerak kepala menyatakan penyangkalan. Bentuk mulut menyertai isyarat tertentu dan ikut membedakan maknanya. Arah pandang menunjukkan siapa yang sedang dibicarakan. Ukuran dan kecepatan gerakan menyampaikan kadar, seperti kata sangat atau sedikit.

Di sini muncul hambatan yang khas orang dewasa pendengar: menggerakkan wajah secara sengaja terasa berlebihan, bahkan memalukan. Jadi peserta menahan wajahnya, menggerakkan tangan saja, dan hasilnya kalimat tanpa tanda baca. Lawan bicara menangkap kata-katanya dan kehilangan bentuk kalimatnya.

Yang perlu dipahami: ini nol ada hubungannya dengan ekspresi perasaan. Alis yang naik di sini sama fungsinya dengan tanda tanya di tulisan. Menahannya sama dengan menulis tanpa tanda baca lalu bertanya kenapa pembacanya bingung. Jadi bagian ini dilatih sejak awal, terpisah, dan sengaja sampai terasa biasa.

Yang nol bisa kami gantikan, dan kami sebut di hari pertama

Ada satu batas pada program ini yang perlu Anda ketahui sebelum mendaftar, sebab ia menentukan apakah harapan Anda masuk akal.

Les bisa membangun dasarnya: dua sistem dan pilihannya, kosakata yang Anda perlukan, tata bahasanya, dan kebiasaan memakai wajah serta ruang. Yang nol bisa dibangun di dalam ruang les kelancaran. Kelancaran dalam bahasa apa pun datang dari berbicara dengan penuturnya, dan untuk bahasa ini penuturnya orang Tuli.

Jadi sasaran yang kami sodorkan jujur: sesudah program ini Anda sanggup memulai percakapan, bertanya, meminta diulang, dan bertahan di percakapan sederhana tanpa panik. Sesudah itu, kemajuan Anda bergantung pada seberapa sering Anda bertemu dan berbicara. Kami nol bisa menjadwalkan perjumpaan itu untuk Anda, dan kami nol mengaku bisa.

Satu anjuran yang paling berguna dari seluruh halaman ini: cari komunitas Tuli di kota Anda sendiri, lalu datang sebagai orang yang hendak belajar, dan sampaikan bahwa isyarat Anda masih sedikit. Meminta diulang bukan hal yang memalukan di percakapan isyarat; ia bagian biasa dari percakapannya. Peserta yang berani meminta diulang maju jauh lebih cepat daripada peserta yang menunggu sampai merasa siap.

Lebih dekat

Empat hal yang mempercepat, dan tiga di antaranya di luar jam les

Rekam diri sendiri, lalu tonton

Sepuluh detik cukup. Hampir semua peserta yakin wajahnya sudah bergerak, lalu menemukan di rekaman bahwa ia datar. Nol ada cara lain melihat ini, sebab Anda nol bisa melihat wajah sendiri saat berisyarat.

Latih di depan cermin, sebentar saja

Lima menit untuk membiasakan ruang di depan tubuh dan posisi tangan. Yang dicari bukan kerapian; yang dicari rasa terbiasa supaya gerakannya nol lagi terasa aneh dikerjakan.

Datangi komunitas Tuli lebih awal daripada terasa siap

Datang dengan isyarat yang masih sedikit itu lazim, dan meminta diulang adalah bagian biasa dari percakapan isyarat. Menunda sampai merasa siap biasanya berarti nol pernah datang.

Satu isyarat baru tiap hari, dari hidup Anda sendiri

Benda di meja Anda, pekerjaan Anda, nama anggota keluarga. Kosakata yang tumbuh dari sekitar Anda sendiri akan terpakai; daftar umum biasanya nol.

Tiga keadaan yang datang ke sini, dan urutannya berbeda

Titik mula peserta program ini berbeda jauh satu dengan yang lain, jadi bahan yang sama disusun dengan urutan yang nol sama.

Keluarga. Orang tua yang anaknya Tuli, atau kerabat yang hendak berbicara dengan anggota keluarganya. Di sini yang didahulukan kosakata rumah dan kalimat yang dipakai tiap hari: makan, mandi, berangkat, sakit, marah, takut, dan menyatakan sayang. Yang paling mendesak lazimnya nol terletak pada kosakata benda. Yang mendesak justru kalimat yang memungkinkan anak mengatakan apa yang ia rasakan, dan memungkinkan Anda menjawabnya.

Pendidik. Guru maupun pendamping di sekolah. Di sini pilihan sistem perlu diperiksa paling teliti, sebab sekolah mungkin memakai SIBI sementara muridnya memakai BISINDO di luar kelas. Keadaan itu nyata, dan menutup mata atasnya merugikan muridnya. Kosakata yang digarap diambil dari mata pelajaran yang Anda ajar.

Pekerja layanan publik. Petugas loket, tenaga kesehatan, pengemudi, pelayan. Yang diperlukan sempit dan dalam: menyapa, menanyakan keperluan, menyebut angka dan waktu, meminta diulang, dan satu hal yang paling sering terlupa, yaitu memberi tahu bahwa Anda akan memanggil orang lain. Bagian ini bisa dikuasai dalam hitungan pertemuan, dan dampaknya besar.

Tanya jawab

Pertanyaan populer les bahasa isyarat

BISINDO dan SIBI itu apa, dan saya pilih yang mana?

BISINDO tumbuh di dalam komunitas Tuli sendiri, punya tata bahasa yang nol mengikuti bahasa Indonesia, dan lazim memakai dua tangan. SIBI disusun sebagai sistem baku yang memetakan isyarat ke kata-kata Indonesia mengikuti urutan Indonesia, dan dikenal terutama lewat sekolah khusus. Pilihannya ditentukan satu pertanyaan: siapa yang hendak Anda ajak bicara. Kalau anak, kerabat, tetangga, atau tamu Tuli, jawabannya hampir selalu BISINDO.

Kenapa pilihan itu diputuskan sebelum belajar, nol sambil jalan?

Karena keduanya nol sekadar berbeda gaya. Tata bahasanya berbeda, dan sebagian kosakatanya berbeda. Peserta yang menghabiskan enam bulan di sistem yang keliru akan menemukan dirinya tetap nol dimengerti oleh orang yang justru ingin ia ajak bicara, dan waktu itu nol bisa diambil kembali. Satu pertemuan untuk memutuskannya jauh lebih murah.

Saya butuh keduanya. Bisa?

Bisa, dan keadaan ini nyata terutama pada guru: sekolah memakai SIBI sementara muridnya memakai BISINDO di luar kelas. Yang kami jaga supaya keduanya nol tercampur di kepala Anda, sebab campuran itu menghasilkan sesuatu yang nol dimengerti di dua-duanya. Jadi satu sistem dibuat berdiri lebih dahulu sampai lancar, baru yang kedua dimasukkan sebagai sistem terpisah, dengan bedanya disebut terang tiap kali muncul.

Apakah ini cuma menghafal isyarat untuk tiap kata Indonesia?

Nol, dan harapan itulah yang paling mahal dibawa pemula. BISINDO punya tata bahasanya sendiri: urutannya berbeda, sebagian keterangan disampaikan lewat ruang di depan tubuh, dan arah gerakan bisa mengubah siapa melakukan apa kepada siapa. Peserta yang menerjemahkan kalimat Indonesia kata demi kata akan dimengerti dengan susah payah, dan kerap salah dimengerti tepat di bagian yang penting.

Kenapa ekspresi wajah dibilang penting?

Karena di bahasa ini wajah membawa tata bahasa, nol perasaan. Posisi alis membedakan pernyataan dari pertanyaan. Gerak kepala menyatakan penyangkalan. Bentuk mulut ikut membedakan makna isyarat tertentu. Arah pandang menunjukkan siapa yang dibicarakan. Menggerakkan tangan dengan wajah datar sama dengan menulis tanpa tanda baca: kata-katanya tertangkap, bentuk kalimatnya hilang.

Saya merasa aneh menggerakkan wajah dengan sengaja. Normal?

Sangat normal, dan ini hambatan paling umum pada peserta dewasa yang mendengar. Jadi bagian ini dilatih terpisah dan sengaja, sampai terasa biasa, nol diselipkan berharap muncul sendiri. Alat yang paling menolong rekaman: sepuluh detik cukup. Hampir semua peserta yakin wajahnya sudah bergerak, lalu menemukan di rekaman bahwa ia datar. Anda nol bisa melihat wajah sendiri saat berisyarat, jadi nol ada jalan lain.

Isyaratnya sama di seluruh Indonesia?

Nol. BISINDO punya ragam daerah, jadi sebagian kosakata berbeda antar kota. Yang digarap di sini ragam yang dipakai di Semarang, sebab itulah yang menentukan Anda dimengerti di sini. Kalau Anda akan pindah atau sering bepergian, sampaikan: yang berguna diketahui nol seluruh ragamnya. Yang berguna kesadaran bahwa perbedaan itu ada, supaya Anda bertanya alih-alih menyimpulkan lawan bicara keliru.

Berapa lama sampai saya bisa berbicara?

Untuk sanggup memulai percakapan, bertanya, meminta diulang, dan bertahan di percakapan sederhana tanpa panik, lazimnya hitungan bulan dengan dua pertemuan sepekan. Untuk lancar, jawabannya nol bergantung pada kami: ia bergantung pada seberapa sering Anda berjumpa dan berbicara dengan orang Tuli. Siapa pun yang menyebut angka pasti untuk kelancaran sedang menyesatkan Anda.

Jadi les ini saja nol cukup?

Nol cukup, dan kami menyebutnya di hari pertama. Les membangun dasarnya: pilihan sistem, kosakata yang Anda perlukan, tata bahasanya, serta kebiasaan memakai wajah dan ruang. Kelancaran dalam bahasa apa pun datang dari berbicara dengan penuturnya, dan untuk bahasa ini penuturnya orang Tuli. Kami nol bisa menjadwalkan perjumpaan itu untuk Anda, dan kami nol mengaku bisa.

Saya takut salah dan menyinggung. Bagaimana?

Rasa takut itu wajar dan ia lebih sering jadi penghalang daripada kesalahannya sendiri. Dua hal yang berguna diketahui. Pertama, meminta diulang adalah bagian biasa dari percakapan isyarat, nol tanda Anda nol mampu. Kedua, datang dengan isyarat yang masih sedikit lazim dan lazimnya diterima baik. Yang justru merugikan menunda sampai merasa siap, sebab titik merasa siap itu biasanya nol pernah datang.

Anak saya Tuli. Materinya didahulukan yang mana?

Kosakata rumah dan kalimat harian: makan, mandi, berangkat, sakit, marah, takut, dan menyatakan sayang. Yang mendesak lazimnya nol terletak pada kosakata benda, Yang mendesak justru kalimat yang memungkinkan anak menyampaikan apa yang ia rasakan, dan memungkinkan Anda menjawabnya. Satu anjuran: belajar bersama anggota keluarga lain kalau mungkin, sebab anak yang cuma bisa berbicara dengan satu orang di rumahnya tetap tinggal sendiri.

Saya guru. Yang perlu saya perhatikan apa?

Pilihan sistem, dan periksa teliti. Sekolah mungkin memakai SIBI sementara murid Anda memakai BISINDO di luar kelas; keadaan itu nyata dan menutup mata atasnya merugikan muridnya. Sesudah itu kosakata digarap dari mata pelajaran yang Anda ajar, sebab istilah pelajaran nol ada di daftar umum mana pun. Sampaikan mata pelajarannya di pertemuan pertama.

Saya petugas loket. Yang paling berguna dipelajari apa?

Sempit dan dalam, dan bagian ini bisa dikuasai dalam hitungan pertemuan. Menyapa, menanyakan keperluan, menyebut angka serta waktu, meminta diulang, dan satu hal yang paling sering terlupa: memberi tahu bahwa Anda akan memanggil orang lain. Yang terakhir itu penting sebab tanpanya tamu Tuli melihat Anda beranjak tanpa keterangan, dan itu pengalaman yang buruk.

Berapa tarif dan durasi satu pertemuannya?

Satu pertemuan berjalan sembilan puluh menit, tarifnya Rp140.950. Biaya jalan pengajar berdiri di luar itu, besarnya menurut jauh dekatnya alamat, dan Anda menerima angkanya sebelum tanggal pertamanya disepakati. Pertemuan yang digelar lewat layar nol memakai biaya itu.

Bisa lewat layar? Rasanya bahasa ini butuh tatap muka.

Bisa, dan justru layar bekerja lebih baik di sini daripada dugaan banyak orang: seluruh bahasa ini memang ditangkap lewat mata. Tiga syarat yang perlu dipenuhi: cahaya mengarah ke wajah Anda, nol dari belakang; kamera memperlihatkan dari kepala sampai pinggang supaya ruang di depan tubuh terlihat; dan gambar yang nol tersendat, sebab arah serta kecepatan gerakan membawa makna dan gambar yang melompat menghapusnya.

Pengajarnya datang ke mana?

Pengajar menghampiri tempat yang Anda tunjuk, selama tempatnya berada di wilayah Kota Semarang. Jika alamatnya di luar wilayah tersebut, tanyakan dahulu ke tim: sebaran pengajar kami memang nol rata di tiap penjuru. Siapkan satu hal saja, yaitu ruang bercahaya cukup yang memungkinkan tangan bergerak leluasa.

Saya sudah hafal banyak isyarat dari video tapi merasa nol dimengerti. Kenapa?

Dua sebab yang paling lazim, dan keduanya bisa diperbaiki. Pertama, wajah Anda kemungkinan datar, sehingga kalimat Anda sampai tanpa tanda baca. Kedua, Anda mungkin menyusun menurut tata bahasa Indonesia, sehingga isyaratnya benar satu-satu tapi kalimatnya terasa asing. Yang ketiga dan lebih jarang: video yang Anda tonton mungkin memakai sistem atau ragam daerah yang berbeda dari yang dipakai di sekitar Anda.

Ada sertifikatnya?

Dari program ini nol ada sertifikat yang berlaku sebagai syarat kerja mana pun, dan kami nol hendak terdengar seolah ada. Jalur juru bahasa isyarat punya lembaga serta ujiannya sendiri di luar kami, dan syaratnya wajib Anda baca dari lembaga itu langsung. Kalau sasaran Anda ke situ, program ini bisa jadi dasarnya, dan ia nol menggantikan jalurnya.

Kalian menyediakan juru bahasa untuk acara saya?

Nol. Itu jasa penerjemahan, pekerjaan yang berbeda, dan ia menuntut juru bahasa terlatih yang lazimnya bersertifikat. Yang kami sediakan pengajaran. Mencampur keduanya akan merugikan orang Tuli yang hadir di acara Anda, jadi kami menolaknya terus terang alih-alih menerima lalu mengerjakan separuh.

Boleh minta pengajar lain kalau terasa nol klop?

Bisa. Sampaikan ke tim, lalu pengganti dicarikan, nol dikenakan biaya. Kecocokan penting di sini karena Anda akan berkali-kali merasa kaku di hadapan pengajar itu, terutama ketika melatih wajah. Peserta yang merasa dinilai akan menahan diri, dan menahan diri di bahasa ini sama dengan nol maju. Sampaikan lebih awal.

Mendaftarnya bagaimana?

Lewat formulir di halaman ini. Ada yang hendak dipastikan? Hubungi tim dahulu. Empat keterangan ini yang paling menolong kami: siapa yang hendak Anda ajak bicara, sebab dari situ pilihan sistemnya ditentukan; sudah atau belumnya Anda tahu sistem mana yang dipakai orang itu; keperluan Anda, apakah keluarga, mengajar, atau melayani tamu; dan ada atau nolnya orang Tuli yang bisa Anda jumpai secara teratur.

Layani sekarang

Waktunya serius dengan bahasa isyarat

Ceritakan target bahasa isyarat-mu, kami carikan tutor yang pas di Semarang. Tanpa komitmen di awal.