Anak sampai dewasa; tradisinya ditentukan sebelum satu alat pun dibeli

Les Kaligrafi Semarang Mentor ke Rumah & Online

Kata kaligrafi di Indonesia paling sering menamai tiga tradisi yang alatnya nol bersinggungan: khat Arab, kaligrafi Latin, dan kaligrafi Tionghoa.

Les Kaligrafi di Semarang
2.000+tutor terverifikasi1-on-1privat sepenuhnyaKe rumahSemarang atau onlineGaransiganti tutor mudahAssessmentmulai dari kebutuhan

Les Kaligrafi di Semarang, apa saja?

Kata kaligrafi di Indonesia paling sering menamai tiga tradisi yang alatnya nol bersinggungan: khat Arab, kaligrafi Latin, dan kaligrafi Tionghoa. Yang terlatih di salah satunya tetap berangkat dari awal di dua yang lain, jadi tradisinya ditentukan sebelum satu alat dibeli. Hitungannya Rp86.375 per pertemuan.

Konsultasi & Daftar

Fakta Program

Tarif

Hitungannya Rp86.375 per pertemuan, enam puluh menit

Tiga tradisi, satu nama
Khat Arab, kaligrafi Latin, kaligrafi Tionghoa
Alatnya
Qalam, mata pena logam, dan kuas berbulu
Arah tulisnya
Kanan ke kiri, kiri ke kanan, dan menurun berkolom
Pembelian pertama
Kertasnya, nol penanya
Satuan ukur khat
Nuqtah, selebar ujung qalam yang dipakai
Yang terbawa antar tradisi
Kendali tangan dan kepekaan spasi, nol bentuk hurufnya
Jalur penilaian resmi
Ada untuk khat lewat MTQ; nol ada untuk Latin

Jalannya

Enam tanda batas, dan yang pertama cuma satu sentuhan qalam

Semuanya bisa diperiksa dengan hitungan, nol dengan selera. Itu kelebihan tradisi berkaidah yang pantas dipakai, dan ia nol tersedia di semua cabang seni.

  1. 01

    Satu nuqtah Anda buat dengan bentuk yang tetap

    Jejak selebar ujung qalam dari satu sentuhan pendek, dan bentuknya sama di sepuluh percobaan. Dari sini seluruh hitungan tinggi huruf berangkat.

  2. 02

    Satu alif berdiri pada hitungan nuqtah yang benar

    Tinggi acuan untuk gaya yang Anda pelajari, dan ia yang membuat huruf lain punya pembanding. Nol ada huruf yang bisa diukur sebelum tanda batas ini.

  3. 03

    Sudut pena Anda bertahan sepanjang satu goresan

    Di khat maupun di keluarga Latin berujung lebar, inilah pekerjaan yang sesungguhnya. Tebal tipisnya datang dari arah goresan terhadap sudut itu.

  4. 04

    Huruf tunggal Anda menetap bentuknya

    Mufradat selesai ketika bentuknya nol lagi berubah antar percobaan. Di titik ini pasangan huruf baru pantas dimulai.

  5. 05

    Satu kata tersambung dengan spasi yang benar

    Masuk murakkabat, dan yang diuji nol lagi bentuk hurufnya melainkan ruang di antaranya. Banyak peserta menemukan ini bagian tersulitnya.

  6. 06

    Satu baris utuh terbaca dan kaidahnya bisa diperiksa

    Tanda terakhir, dan ia yang menentukan apakah karya Anda sanggup dinilai dengan hitungan, nol cuma disukai atau nol disukai.

Kelebihan kami

Nilai lebih program Kaligrafi ini

Tiga tradisi yang alatnya nol bertemu

Khat memakai qalam dari bambu atau gelagah, kaligrafi Latin memakai mata pena logam pada gagang, dan kaligrafi Tionghoa memakai kuas berbulu yang lentur sepenuhnya.

Khat punya satuan ukur, jadi benar bisa diperiksa

Satuannya nuqtah, selebar ujung qalam yang Anda pakai. Tinggi huruf dihitung dalam jumlah nuqtah dengan alif sebagai acuan, jadi meleset punya jawaban, nol diserahkan ke selera.

Kertasnya yang memutuskan apakah keliru bisa dicabut

Kertas berlapis ahar menahan tinta di permukaan sehingga goresan masih bisa diangkat. Kertas yang menyerap membuat goresannya melebar sendiri dan bekasnya tinggal.

Enam puluh untuk benar, empat puluh untuk indah

Di golongan Naskah penilaian MTQ membagi nilai maksimal seratus jadi Kebenaran Kaidah Khat enam puluh dan Keindahan Khat empat puluh. Ketepatan menimbang lebih berat.

Yang menetap di tangan

Delapan kemampuan yang bisa diperiksa dengan hitungan

Tujuh dari delapan bisa Anda uji tanpa meminta pendapat siapa pun, dan itu sifat tradisi berkaidah.

Anda bisa menyebut tradisi mana yang Anda garap beserta alasannya dari sasaran Anda

Anda bisa menyiapkan alatnya sendiri, termasuk memotong qalam atau menggerus tinta kalau tradisinya menuntut itu

Anda bisa mengukur tinggi huruf dengan satuan alatnya sendiri, nol dengan penggaris

Anda bisa memasangkan kertas dengan tinta yang tepat, dan tahu kapan keliru masih bisa diangkat

Anda bisa menjaga sudut pena tetap sepanjang satu goresan

Anda bisa menyebut gaya mana untuk badan teks dan mana untuk ornamen

Anda bisa membaca bobot penilaian MTQ dan menyusun urutan latihan dari bobot itu

Anda punya satu karya pendek yang kaidahnya bisa diperiksa orang lain dengan hitungan

Bahannya

Lima medan, dan yang pertama memutuskan alat apa yang Anda beli

Urutannya dibangun supaya keputusan yang paling mahal diambil ketika biayanya masih nol. Peserta yang membeli alat lebih dahulu hampir selalu membeli dua kali, dan peserta yang melatih ornamen lebih dahulu melatih angka yang lebih kecil.

  1. 1

    Memilih tradisi dan alatnya

    Yang dibahas. Memegang ketiga alatnya, mencoba satu goresan di masing-masing, lalu memutuskan dari sasaran Anda: MTQ, pesanan, atau untuk diri sendiri.

    Jebakan umum. Alat dibeli sebelum tradisinya diputuskan, lalu ternyata qalam, mata pena logam, dan kuas berbulu nol saling menggantikan di satu titik pun.

  2. 2

    Satuan ukur dan kaidahnya

    Yang dibahas. Di khat: nuqtah sebagai satuan, alif sebagai acuan tinggi, dan hitungan nuqtah yang berbeda antar gaya. Di Latin: tinggi badan huruf dalam lebar mata pena beserta sudut pena yang dijaga tetap.

    Jebakan umum. Peserta menilai hasilnya dari rasa, lalu nol punya cara memutuskan apakah satu huruf meleset atau sudah benar.

  3. 3

    Kertas, tinta, dan hak memperbaiki

    Yang dibahas. Kertas berlapis ahar yang menahan tinta di permukaan, kertas bersizing lemah yang menyerap, kertas xuan mentah dan olahan, serta tinta yang bisa dibasahi ulang dibanding tinta tahan air.

    Jebakan umum. Kertas berlapis dipakai bersama tinta botolan tahan air, sehingga hak memperbaiki yang jadi alasan memakai kertas itu hilang tanpa disadari.

  4. 4

    Huruf tunggal sampai rangkaian

    Yang dibahas. Mufradat, yaitu huruf tunggal beserta pasangan huruf, lalu murakkabat, yaitu kata dan rangkaian kalimat, dengan meshk sebagai cara kerjanya di sepanjang keduanya.

    Jebakan umum. Pendaftar datang ingin menulis satu ayat di pekan pertama, lalu menemukan dirinya mengulang satu huruf berpekan-pekan dan berhenti di situ.

  5. 5

    Gaya untuk pekerjaan tertentu

    Yang dibahas. Tujuh khat baku musabaqah beserta pembagian perannya, lima gaya baku Tionghoa, serta keluarga gaya Latin menurut mata penanya.

    Jebakan umum. Gaya dipilih dari tampilannya, lalu ternyata nol cocok untuk pekerjaan yang dituju: Tsuluts untuk badan teks, atau Naskhi untuk ornamen besar.

Kaligrafi jadi lebih dekat, di tempat pilihan keluarga

Anak belajar di tempat yang nyaman baginya, orang tua bisa memantau perkembangan tiap sesi.

Terus terang

Siap sekarang, atau tradisinya belum tertutup

Siap sekarang

  • Anda tahu tradisi mana yang Anda tuju, atau bersedia memutuskannya di pertemuan pembuka
  • Anda bersedia mengulang huruf tunggal berpekan-pekan sebelum menulis kata
  • Anda menuju MTQ dan ingin urutan latihan disusun dari bobot penilaiannya
  • Anda sudah punya alat dan ingin diperiksa apakah ia dari keluarga yang tepat
  • Anda tertarik pada tradisi berkaidah, tempat benar bisa diperiksa dengan hitungan

Tiga tradisi memakai satu nama, dan alatnya nol bersinggungan

Kata kaligrafi di Indonesia paling sering menamai tiga tradisi yang berbeda alat, berbeda arah tulis, dan berbeda cara menilai: khat Arab, kaligrafi Latin, dan kaligrafi Tionghoa.

Tiga itu nol menutup daftarnya. Kaligrafi aksara Nusantara seperti Jawa dan Pegon juga hidup, dan peserta yang menujunya disampaikan terbuka bahwa bahannya disusun tersendiri.

Alatnya nol bertemu di satu titik pun. Khat ditulis dengan qalam, pena dari batang bambu atau gelagah yang ujungnya dipotong dan dibentuk dengan pisau khusus; sudut potongan itu berubah menurut gaya yang dituju.

Kaligrafi Latin lazim memakai mata pena logam yang dipasang pada gagang, dan untuk gaya tertentu juga brush pen, marker lebar, serta kuas. Kaligrafi Tionghoa tradisional memakai kuas berbulu hewan yang kekenyalannya berbeda menurut jenis bulunya.

Arah tulisnya pun berbeda. Khat berjalan dari kanan ke kiri, kaligrafi Latin dari kiri ke kanan, dan kaligrafi Tionghoa secara tradisional menurun dalam kolom yang berurutan ke kiri.

Jadi tradisinya ditentukan sebelum satu alat dibeli. Bagian berikut menjelaskan kenapa urutan itu nol bisa dibalik.

Apa yang berpindah antar tradisi, dan apa yang nol

Pertanyaan yang pantas diajukan peserta yang sudah terlatih di satu tradisi: berapa banyak yang terbawa kalau ia pindah.

Jawabannya jujur: yang khas di satu tradisi nol berpindah. Bentuk hurufnya berbeda, arah tulisnya berbeda, alatnya berbeda, dan kaidah penilaiannya berbeda, jadi penguasaan Naskhi nol memberi keunggulan di kaishu maupun di Italic.

Yang terbawa tiga hal, dan ketiganya nyata. Kendali tangan, yaitu kemampuan menggerakkan alat ke tempat yang Anda tuju dengan tekanan yang Anda tuju. Kepekaan spasi, yaitu mata yang menangkap ruang antar huruf sebelum ia terbaca keliru. Dan kebiasaan berlatih, yang paling sering jadi pembeda sesungguhnya.

Jadi peserta yang pindah tradisi nol memulai dari titik yang sama dengan pemula murni, dan ia tetap berangkat dari huruf tunggal lagi.

Akibat praktisnya ada di uang. Membeli alat sebelum tradisinya diputuskan hampir selalu berarti membeli dua kali, dan itu alasan pertemuan pembuka menutup pilihan ini lebih dahulu.

Sorotan

Tiga tradisi itu berdampingan, supaya pilihannya terbuka

Khat Arab

Qalam dari bambu atau gelagah, berujung dipotong miring. Ditulis kanan ke kiri. Punya satuan ukur beserta jalur penilaian resmi lewat MTQ, jadi benar bisa diperiksa dengan hitungan.

Kaligrafi Latin

Mata pena logam pada gagang, dengan dua keluarga yang mekanismenya berlawanan. Ditulis kiri ke kanan. Ukuran benarnya diambil dari exemplar historis beserta aturan proporsinya.

Kaligrafi Tionghoa

Kuas berbulu yang lentur sepenuhnya, tinta batangan yang digerus di batu tinta. Tradisional menurun berkolom ke kiri. Lima gaya baku, dan kaishu paling umum jadi titik mulai.

Aksara Nusantara

Jawa dan Pegon juga digarap sebagai kaligrafi, dan tiga tradisi di atas nol menutup daftarnya. Bahannya disusun tersendiri, dan itu disampaikan terbuka sebelum Anda memutuskan.

Yang terbawa kalau pindah

Kendali tangan, kepekaan spasi, dan kebiasaan berlatih. Bentuk huruf, arah tulis, dan kaidah penilaiannya nol terbawa sama sekali.

Pembelian pertamanya

Kertasnya, nol penanya, dan di ketiga tradisi alasannya sama: apa yang terjadi saat tinta menyentuh permukaan memutuskan apakah goresan keliru masih bisa dicabut.

Nuqtah: satu satuan yang membuat benar bisa diperiksa

Khat Arab punya sesuatu yang jarang ada di seni rupa: sistem proporsi yang terukur. Akibatnya pertanyaan apakah sebuah huruf benar atau meleset punya jawaban yang bisa diperiksa, nol diserahkan ke selera penilai.

Satuannya nuqtah, yaitu jejak selebar ujung qalam yang dibuat dengan satu sentuhan pendek. Pada gaya yang qalam-nya dipotong miring seperti Tsuluts dan Naskhi, jejak itu berbentuk belah ketupat, dan bentuknya berubah mengikuti sudut potongannya.

Tinggi huruf dihitung dalam jumlah nuqtah, dengan alif dipakai sebagai acuan. Hitungannya berbeda antar gaya: sumber klasik menyebut angka sembilan, tujuh, dan lima, dengan tujuh serta sembilan dikaitkan ke Tsuluts.

Yang membuat sistem ini berguna di latihan: satuannya lahir dari lebar ujung pena itu sendiri. Jadi berpindah ke qalam yang lebih lebar menaikkan ukuran huruf secara sebanding, selama hitungan nuqtah dijaga; di ukuran yang sangat besar proporsinya masih perlu disesuaikan.

Sistem ini secara tradisi dirujuk kepada Ibnu Muqlah pada abad kesepuluh, sementara bentuk matang gaya bernama seperti Tsuluts dan Naskhi tersusun sesudahnya lewat Ibnu al-Bawwab dan Yaqut al-Musta'simi.

Gaya mana untuk pekerjaan mana, dan di Semarang ia bisa dilihat

Musabaqah kaligrafi di Indonesia memakai tujuh jenis khat yang baku: Naskhi, Tsuluts, Diwani, Diwani Jali, Farisi, Riq'ah, dan Kufi.

Pembagian perannya nol sembarangan. Tsuluts lazim dipakai untuk ornamen dan tampilan besar, sementara Naskhi lazim dipakai untuk badan teks yang memang dimaksudkan dibaca, termasuk penulisan mushaf.

Pembagian itu bisa Anda periksa sendiri tanpa membaca daftar nama. Di Masjid Agung Jawa Tengah, yang berada di wilayah Gayamsari, rangkaian Asmaul Husna di bagian atap digarap dengan Tsuluts, sementara Surah Ar-Rahman di bagian depan ditulis dengan Naskhi yang lebih mudah dibaca.

Melihat pembagian peran itu sekali di tempat jauh lebih melekat daripada menghafal tujuh nama gaya, dan itu sebabnya ia disarankan sebelum pertemuan kedua.

Masjid yang sama menyimpan Mushaf Akbar tulisan tangan berukuran seratus empat puluh lima kali sembilan puluh lima sentimeter, ditulis Hayatuddin dari Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo yang memimpin tim penulisan mushaf akbar di kampus itu. Masjid menerimanya pada dua puluh enam Oktober dua ribu lima, penulisannya memakan sekitar dua tahun tiga bulan, dan menurut keterangan masjid satu halaman dibalik setiap hari.

Dua keluarga mata pena Latin, dan membeli dari yang keliru

Di kaligrafi Latin ada dua keluarga mata pena utama yang mekanismenya berlawanan, dan membeli dari keluarga yang keliru membuat latihan mustahil berjalan sejak hari pertama.

Mata pena berujung lebar rata menghasilkan tebal tipis dari arah goresan terhadap sudut pena yang dijaga tetap, nol dari tekanan tangan. Menekannya lebih keras cuma merusak ujungnya. Di tingkat lanjut sudut itu kadang diubah dengan sengaja untuk goresan tertentu.

Mata pena berujung tajam yang lentur bekerja kebalikannya: belahan ujungnya terbuka saat ditekan, sehingga tebal tipis justru datang dari tekanan.

Italic dan Foundational tinggal di keluarga pertama, Copperplate di keluarga kedua. Di luar keduanya ada mata pena berujung bulat yang goresannya rata tebalnya.

Soal keawetan, urutannya kebalikan dari dugaan banyak orang. Mata pena berujung tajam yang lentur umumnya lebih cepat habis, sebab belahannya berulang membuka dan ujung halusnya cepat tumpul. Yang berujung lebar cenderung bertahan lebih lama, meski ia juga aus karena gesekan kertas dan tinta.

Ukuran huruf Latin dihitung dari penanya, dan soal penulis kidal

Seperti di khat, ukuran huruf di kaligrafi Latin lazim dihitung dari alatnya, nol dari penggaris.

Tinggi badan huruf dinyatakan dalam lebar mata pena: Foundational sekitar empat lebar, Italic sekitar lima. Angkanya mengikuti exemplar yang dipakai, jadi ia bisa berbeda antar panduan, dan panduan yang Anda pakai disebut lebih dahulu supaya hitungannya satu.

Sudut pena untuk Italic lazim dipertahankan di kisaran tiga puluh sampai empat puluh lima derajat, dan menjaganya tetap itulah pekerjaan yang sesungguhnya di keluarga berujung lebar.

Copperplate punya tuntutan geometrinya sendiri: hurufnya berdiri pada kemiringan lima puluh lima derajat, dan itu sebabnya gagang pena bengkok dipakai, supaya ujung pena sejajar dengan kemiringan hurufnya.

Untuk penulis kidal, penyesuaiannya nyata, terutama pada mata pena berujung lebar: menjaga sudut pena jadi lebih sulit dan tinta rawan terseret tangan. Jalan keluar yang lazim memutar kertas, mengatur posisi lengan, atau memakai mata pena dengan potongan ujung yang dimiringkan ke arah berlawanan. Itu disampaikan di pertemuan pertama, nol ditemukan sendiri sesudah berbulan-bulan.

Kertasnya yang memutuskan apakah goresan keliru bisa dicabut

Pembelian pertama di pelajaran ini kertas, nol pena, dan alasannya terletak pada apa yang terjadi persis saat tinta menyentuh permukaannya.

Kertas khat dalam tradisi Utsmani dilapisi ahar, yang resep paling dikenalnya memakai putih telur dengan tawas, lalu digosok sampai mengilap dengan batu akik; ada juga versi berbahan kanji, dan sebagian sumber menyebut kertas itu didiamkan paling sedikit setahun sebelum dipakai.

Lapisan itu membuat tinta duduk di permukaan sehingga goresan nol melebar, dan goresan yang keliru masih bisa diangkat. Pengangkatan itu ada batasnya: dikerjakan terlalu sering, lapisannya terkikis dan bekasnya tertinggal.

Satu syarat yang sering dilewatkan ada di tintanya. Tinta khat tradisional berbahan jelaga dan gom arab bisa dibasahi ulang, sehingga kekeliruan masih bisa diangkat dengan kain lembap selama tintanya belum lama mengering. Banyak tinta botolan modern tahan air dan nol bisa diangkat begitu.

Kertas dengan sizing lemah berlaku sebaliknya: ia menyerap tinta ke dalam seratnya, goresannya melebar sendiri, dan tepinya nol bisa dirapikan lagi. Perbaikannya terbatas pada mengerik atau menutup dengan cat putih, dan bekasnya tetap terlihat.

Kaligrafi Tionghoa: empat alat, kuas tegak, dan lima gaya

Tradisi ini berdiri di ujung yang berlawanan dari khat soal kertas, dan itu memang disengaja.

Alat bakunya disebut empat harta ruang belajar: kuas, tinta, kertas, dan batu tinta. Tintanya tradisional berbentuk batangan padat yang perlu digerus dengan air di batu tinta sebelum dipakai, jadi menyiapkan tinta bagian dari pekerjaannya.

Kertas xuan mentah dibuat menyerap cepat. Akibatnya goresan yang terhenti melebar jadi bercak dan nol bisa dicabut dari lembarnya, dan ragu sesaat di tengah satu goresan langsung terbaca. Ada juga xuan olahan yang diberi tawas dan lebih menahan tinta, yang lazim dipakai untuk garis halus.

Kuasnya dipegang tegak untuk goresan pokoknya, dan huruf berukuran besar digerakkan dari lengan dengan pergelangan terangkat. Jari tetap ikut bekerja, terutama pada huruf kecil, dan sebagian goresan memang dibuat dengan kuas yang dimiringkan.

Lima gaya bakunya zhuanshu, lishu, kaishu, xingshu, dan caoshu. Kaishu paling umum dipakai sebagai titik mulai, dan sebagian guru memulai dari lishu karena goresannya lebih sederhana. Kuas sintetis sekarang umum, dan ada juga cabang modern yang memakai pena berujung keras.

Poin penting

Golongan MTQ untuk khat, dan bobot nilainya terbuka

Naskah

Nilai maksimalnya seratus, terbagi Kebenaran Kaidah Khat enam puluh dan Keindahan Khat empat puluh. Jadi di golongan paling dasar ketepatan kaidah menimbang lebih berat daripada keindahannya.

Hiasan Mushaf

Menulis ayat yang ditetapkan panitia dengan khat Naskhi, tiga sampai lima baris ukuran mushaf, lalu menghiasinya mengikuti model halaman pembuka mushaf. Bobotnya Kaidah tiga puluh lima, Keindahan Khat dua puluh lima, Keindahan Hiasan empat puluh.

Dekorasi

Bobotnya sama dengan Hiasan Mushaf: Kaidah tiga puluh lima, Keindahan Khat dua puluh lima, Keindahan Hiasan empat puluh. Karyanya dikerjakan di atas papan berukuran sekitar seratus dua puluh kali delapan puluh sentimeter.

Kontemporer

Golongan keempat, dan bersama Dekorasi ia yang paling jauh dari badan teks yang dibaca. Peserta yang menujunya tetap berangkat dari kaidah, sebab kaidah tetap ikut dinilai di semua golongan.

Digital

Golongan kelima, mulai diperlombakan pada dua ribu dua puluh empat di MTQ Nasional. Banyak MTQ daerah masih menjalankan empat golongan pertama, jadi yang berlaku di tempat Anda dicek dari panitianya.

Akibatnya untuk urutan latihan

Peserta yang menghabiskan bulan-bulan pertamanya melatih ornamen sedang melatih angka yang lebih kecil di golongan paling dasar. Kaidahnya didahulukan, dan ornamennya menyusul.

Urutan pengajaran khat, dan di mana pendaftar paling banyak berhenti

Urutan pengajaran khat tradisional pantas disebut sebelum Anda memutuskan mendaftar, sebab ia nol sesuai dengan yang kebanyakan orang bayangkan.

Tahapnya dua. Mufradat, yaitu huruf tunggal beserta pasangan huruf, dilatih berulang sampai bentuknya menetap. Lalu murakkabat, yaitu kata dan rangkaian kalimat.

Metodenya di sepanjang kedua tahap itu disebut meshk, yaitu menyalin dan mengulang contoh yang ditulis guru. Jadi meshk nol berdiri sebagai tahap ketiga; ia cara kerjanya dari awal sampai akhir.

Pendaftar yang datang ingin menulis satu ayat di pekan pertama menemukan dirinya mengulang satu huruf berpekan-pekan, dan di titik itulah paling banyak orang berhenti. Menyebutnya lebih dahulu lebih murah daripada menemukannya di pekan ketiga.

Soal tanda tamat, di jalur tradisional ia berupa ijazah, yaitu izin tertulis dari guru bagi murid untuk menandatangani karyanya sendiri dengan lafal seperti katabahu. Ia ditempuh dalam hitungan tahun pelajaran mingguan, lamanya berbeda jauh antar murid serta antar gaya, dan sumber tradisinya umumnya nol menyebut tenggat yang pasti.

Dalam tradisi Utsmani karya ijazah lazim ditandatangani guru bersama beberapa ahli khat lain sebagai saksi, dan bentuk pengesahannya berbeda antar jalur serta antar lembaga. Yang kami kerjakan urutannya; ijazah nol kami terbitkan.

Yang perlu diketahui

Lima hal yang membuat latihan pemula berhenti maju

Unggulan utama

Alat dibeli sebelum tradisinya diputuskan

Hampir selalu berarti membeli dua kali, sebab qalam, mata pena logam, dan kuas berbulu nol saling menggantikan di satu titik pun.

Mata pena dari keluarga yang keliru

Menekan mata pena berujung lebar cuma merusak ujungnya, sementara menjaga sudut tetap di mata pena lentur nol menghasilkan tebal tipis. Latihannya mustahil berjalan sejak hari pertama.

Kertas yang menyerap

Goresan melebar sendiri dan tepinya nol bisa dirapikan. Peserta menyimpulkan tangannya kurang mantap, dan yang kurang justru sizing kertasnya.

Tinta modern yang tahan air

Di kertas berlapis sekalipun ia nol bisa diangkat, jadi hak memperbaiki yang jadi alasan memakai kertas itu hilang tanpa disadari.

Ornamen dilatih sebelum kaidah

Di golongan paling dasar kaidah menimbang enam puluh dan keindahan empat puluh, jadi urutan yang dibalik berarti melatih angka yang lebih kecil lebih dahulu.

Kaligrafi di Semarang: apa yang bisa Anda datangi

Dua dari tiga tradisi di halaman ini punya jejak yang bisa Anda periksa sendiri di kota ini, dan itu nol lazim untuk subjek seni.

Untuk khat, Masjid Agung Jawa Tengah di Gayamsari menyediakan dua hal sekaligus: pembagian peran gaya yang bisa dilihat langsung, dan satu mushaf tulisan tangan berukuran besar yang tersimpan di dalam kaca.

Untuk tradisi Tionghoa, kawasan Pecinan menjelang Imlek dipenuhi pasangan tulisan tegak di sisi pintu rumah dan kios, yang disebut chunlian. Satu hal yang pantas disebut apa adanya: banyak yang beredar sekarang versi cetak, dan yang ditulis tangan dengan kuas lebih jarang ditemui.

Jadi kalau sasaran Anda melihat kuas bekerja, mencari yang ditulis tangan perlu usaha tersendiri, dan nol cukup berjalan di kawasan itu lalu mengandaikan semuanya tulisan tangan.

Untuk kaligrafi Latin nol ada rujukan setempat yang setara, dan itu wajar: tradisinya nol punya bangunan maupun musim yang menampungnya. Rujukannya exemplar historis, dan pertemuan pembuka memilih satu supaya hitungan lebar mata penanya satu.

Langkah

Memulai pendaftarannya

Empat langkah. Yang pertama: Putuskan tradisinya lebih dahulu.

  1. Putuskan tradisinya lebih dahulu

    Khat Arab, kaligrafi Latin, kaligrafi Tionghoa, atau aksara Nusantara. Yang khas di satu tradisi nol berpindah ke yang lain, jadi keputusan ini mendahului segalanya.

  2. Sebutkan sasaran Anda

    Mengikuti MTQ, menulis untuk pesanan, atau menulis untuk diri sendiri. Ketiganya mengubah gaya yang didahulukan serta urutan kaidah dan ornamennya.

  3. Tunda belanja alat sampai pertemuan pembuka

    Pembelian pertamanya kertas, nol pena, dan jenis kertas beserta tintanya ditentukan tradisi yang Anda pilih. Membeli lebih dahulu berisiko membeli dua kali.

  4. Siapkan meja beserta cahayanya

    Ketiga tradisi menuntut permukaan yang rata dan cukup terang, dan untuk kaligrafi Tionghoa ditambah tempat yang membuat batu tinta nol berpindah saat digerus.

Tanya jawab

Pertanyaan populer les kaligrafi

Kaligrafi yang mana yang diajarkan di sini?

Ketiga tradisi yang paling sering disebut dengan nama itu di Indonesia: khat Arab, kaligrafi Latin, dan kaligrafi Tionghoa. Dan tiga itu nol menutup daftarnya, sebab kaligrafi aksara Nusantara seperti Jawa dan Pegon juga hidup; peserta yang menujunya disampaikan terbuka bahwa bahannya disusun tersendiri.

Kenapa tradisinya harus diputuskan sebelum beli alat?

Karena alatnya nol bersinggungan di satu titik pun. Khat memakai qalam dari bambu atau gelagah yang ujungnya dipotong dengan pisau khusus, kaligrafi Latin lazim memakai mata pena logam pada gagang, dan kaligrafi Tionghoa memakai kuas berbulu yang kekenyalannya berbeda menurut jenis bulunya. Arah tulisnya pun berbeda, jadi membeli lebih dahulu hampir selalu berarti membeli dua kali.

Saya sudah bisa satu tradisi. Berapa yang terbawa ke tradisi lain?

Yang khas nol berpindah: bentuk huruf, arah tulis, alat, dan kaidah penilaiannya berbeda, jadi penguasaan Naskhi nol memberi keunggulan di kaishu maupun di Italic. Yang terbawa tiga hal yang nyata: kendali tangan, kepekaan spasi, dan kebiasaan berlatih. Anda tetap berangkat dari huruf tunggal lagi, cuma lebih cepat melewatinya.

Apa itu nuqtah?

Satuan ukur di khat Arab: jejak selebar ujung qalam yang dibuat dengan satu sentuhan pendek. Pada gaya yang qalam-nya dipotong miring seperti Tsuluts dan Naskhi, jejak itu berbentuk belah ketupat, dan bentuknya berubah mengikuti sudut potongannya. Tinggi huruf dihitung dalam jumlah nuqtah dengan alif sebagai acuan.

Kalau saya ganti qalam yang lebih lebar, hitungannya rusak?

Nol, dan di situ kelebihan sistemnya. Satuannya lahir dari lebar ujung pena itu sendiri, jadi berpindah ke qalam yang lebih lebar menaikkan ukuran huruf secara sebanding selama hitungan nuqtah dijaga. Di ukuran yang sangat besar proporsinya masih perlu disesuaikan.

Siapa yang menyusun sistem proporsi khat?

Secara tradisi ia dirujuk kepada Ibnu Muqlah pada abad kesepuluh. Bentuk matang gaya bernama seperti Tsuluts dan Naskhi tersusun sesudahnya, lewat Ibnu al-Bawwab dan Yaqut al-Musta'simi. Jadi sistem ukurnya lebih dahulu, dan gaya-gayanya menyusul di atasnya.

Gaya khat mana untuk pekerjaan apa?

Tsuluts lazim dipakai untuk ornamen dan tampilan besar, sementara Naskhi lazim dipakai untuk badan teks yang memang dimaksudkan dibaca, termasuk penulisan mushaf. Pembagian itu bisa Anda periksa sendiri di Masjid Agung Jawa Tengah: rangkaian Asmaul Husna di bagian atap digarap dengan Tsuluts, dan Surah Ar-Rahman di bagian depan ditulis dengan Naskhi.

Berapa jenis khat yang dipakai di musabaqah?

Tujuh yang baku: Naskhi, Tsuluts, Diwani, Diwani Jali, Farisi, Riq'ah, dan Kufi. Yang didahulukan di latihan mengikuti golongan yang Anda tuju, nol selera, sebab tiap golongan punya tuntutan gayanya sendiri.

Bagaimana karya kaligrafi dinilai di MTQ?

Di golongan Naskah nilai maksimalnya seratus, terbagi Kebenaran Kaidah Khat enam puluh dan Keindahan Khat empat puluh. Di golongan Hiasan Mushaf dan Dekorasi pembagiannya berubah: Kaidah tiga puluh lima, Keindahan Khat dua puluh lima, dan Keindahan Hiasan empat puluh. Jadi di golongan paling dasar ketepatan kaidah menimbang lebih berat daripada keindahannya.

Ada berapa golongan di cabang khat MTQ?

Di MTQ Nasional sekarang lima: Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, dan Digital, dengan golongan Digital mulai diperlombakan pada dua ribu dua puluh empat. Banyak MTQ daerah masih menjalankan empat golongan pertama, jadi yang berlaku di tempat Anda dicek dari panitianya, nol diandaikan sama.

Mata pena Latin mana yang perlu saya beli?

Tergantung gayanya, dan membeli dari keluarga yang keliru membuat latihan mustahil berjalan. Mata pena berujung lebar rata menghasilkan tebal tipis dari arah goresan terhadap sudut pena yang dijaga tetap, nol dari tekanan; Italic dan Foundational tinggal di situ. Mata pena berujung tajam yang lentur bekerja kebalikannya, dengan belahan ujung yang terbuka saat ditekan; Copperplate tinggal di situ.

Mata pena mana yang lebih awet?

Yang berujung lebar, dan urutannya kebalikan dari dugaan banyak orang. Mata pena berujung tajam yang lentur umumnya lebih cepat habis, sebab belahannya berulang membuka dan ujung halusnya cepat tumpul. Yang berujung lebar cenderung bertahan lebih lama, meski ia juga aus karena gesekan kertas dan tinta.

Saya kidal. Ini jadi penghalang?

Nol jadi penghalang, dan penyesuaiannya nyata terutama pada mata pena berujung lebar: menjaga sudut pena jadi lebih sulit dan tinta rawan terseret tangan. Jalan keluar yang lazim memutar kertas, mengatur posisi lengan, atau memakai mata pena dengan potongan ujung yang dimiringkan ke arah berlawanan. Itu disampaikan di pertemuan pertama, nol ditemukan sendiri sesudah berbulan-bulan.

Kenapa pembelian pertamanya kertas, nol pena?

Karena kertasnya yang memutuskan apakah goresan keliru masih bisa dicabut. Kertas khat tradisi Utsmani dilapisi ahar, resep paling dikenalnya putih telur dengan tawas, lalu digosok mengilap dengan batu akik; lapisan itu menahan tinta di permukaan sehingga goresan masih bisa diangkat. Kertas bersizing lemah menyerap tinta ke dalam seratnya, goresannya melebar sendiri, dan tepinya nol bisa dirapikan lagi.

Jadi kekeliruan di khat selalu bisa dihapus?

Nol selalu, dan dua syaratnya pantas diketahui. Tintanya perlu bisa dibasahi ulang: tinta tradisional berbahan jelaga dan gom arab bisa, sementara banyak tinta botolan modern tahan air dan nol bisa diangkat. Dan pengangkatannya ada batas: dikerjakan terlalu sering, lapisan ahar terkikis dan bekasnya tertinggal.

Kaligrafi Tionghoa perlu alat apa saja?

Empat yang disebut empat harta ruang belajar: kuas, tinta, kertas, dan batu tinta. Tintanya tradisional berbentuk batangan padat yang digerus dengan air di batu tinta, jadi menyiapkan tinta bagian dari pekerjaannya. Kuas sintetis sekarang umum, dan ada juga cabang modern yang memakai pena berujung keras.

Kenapa kertas xuan nol bisa diperbaiki?

Karena xuan mentah dibuat menyerap cepat, dan itu memang disengaja. Goresan yang terhenti melebar jadi bercak dan nol bisa dicabut dari lembarnya, sehingga ragu sesaat di tengah satu goresan langsung terbaca. Ada juga xuan olahan yang diberi tawas dan lebih menahan tinta, yang lazim dipakai untuk garis halus.

Gaya Tionghoa mana yang dipelajari pemula?

Lima gaya bakunya zhuanshu, lishu, kaishu, xingshu, dan caoshu. Kaishu paling umum dipakai sebagai titik mulai, dan sebagian guru memulai dari lishu karena goresannya lebih sederhana. Kuasnya dipegang tegak untuk goresan pokoknya, dengan huruf besar digerakkan dari lengan, sementara jari tetap ikut bekerja pada huruf kecil.

Berapa lama sebelum saya bisa menulis satu ayat?

Lebih lama daripada yang kebanyakan pendaftar bayangkan, dan itu pantas disebut lebih dahulu. Tahap pertama mufradat, yaitu huruf tunggal beserta pasangan huruf, dilatih berulang sampai bentuknya menetap; baru sesudahnya murakkabat, yaitu kata dan rangkaian kalimat. Pendaftar yang ingin menulis satu ayat di pekan pertama menemukan dirinya mengulang satu huruf berpekan-pekan, dan di titik itulah paling banyak orang berhenti.

Apa itu meshk?

Cara kerjanya, nol tahapnya. Meshk berarti menyalin dan mengulang contoh yang ditulis guru, dan ia berjalan di sepanjang mufradat maupun murakkabat. Itu sebabnya contoh yang Anda salin ditulis di hadapan Anda, supaya arah gerak penanya ikut terlihat, nol cuma hasil akhirnya.

Apakah program ini mengeluarkan ijazah khat?

Nol. Di jalur tradisional ijazah berupa izin tertulis dari guru bagi murid untuk menandatangani karyanya sendiri dengan lafal seperti katabahu, dan dalam tradisi Utsmani karya ijazah lazim ditandatangani guru bersama beberapa ahli khat lain sebagai saksi. Ia ditempuh dalam hitungan tahun pelajaran mingguan, lamanya berbeda jauh antar murid serta antar gaya, dan sumber tradisinya umumnya nol menyebut tenggat yang pasti. Yang kami kerjakan urutannya.

Ada jalur penilaian resmi untuk kaligrafi Latin?

Di Indonesia nol ada tangga penilaian resmi berjenjang untuk kaligrafi Latin seperti MTQ untuk khat. Ukuran benarnya diambil dari exemplar historis beserta aturan proporsinya, sementara lomba dan komunitas memakai kriteria masing-masing. Jadi pertemuan pembuka memilih satu exemplar, supaya hitungan lebar mata penanya satu.

Di Semarang ada yang bisa saya datangi?

Untuk khat, Masjid Agung Jawa Tengah di Gayamsari menyediakan pembagian peran gaya yang bisa dilihat langsung serta Mushaf Akbar tulisan tangan berukuran seratus empat puluh lima kali sembilan puluh lima sentimeter, ditulis Hayatuddin dari Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, diterima masjid pada dua puluh enam Oktober dua ribu lima, tersimpan di dalam kaca dengan satu halaman dibalik setiap hari menurut keterangan masjid.

Dan untuk tradisi Tionghoa?

Kawasan Pecinan menjelang Imlek dipenuhi pasangan tulisan tegak di sisi pintu rumah dan kios, yang disebut chunlian. Satu hal yang pantas disebut apa adanya: banyak yang beredar sekarang versi cetak, dan yang ditulis tangan dengan kuas lebih jarang ditemui. Jadi kalau sasaran Anda melihat kuas bekerja, mencarinya perlu usaha tersendiri.

Berapa biaya dan berapa lama satu pertemuan?

Hitungannya Rp86.375 per pertemuan enam puluh menit. Mentor yang menghampiri rumah Anda dan pertemuan yang berjalan di layar dihitung dengan angka yang sama. Alat beserta kertasnya berdiri di luar angka itu, dan senarai belanjanya memang ditahan sampai pertemuan pembuka menutup pilihan tradisinya; membelinya lebih dahulu berisiko membeli dua kali.

Layani sekarang

Satu konsultasi, rencana kaligrafi yang jelas

Daftar hari ini, tim kami mencarikan tutor kaligrafi yang paling pas untukmu.