SMA Kelas 10-12, dan bagian kimia pada IPA SMP
Les Kimia Semarang Home Visit & Online
Les kimia Edusora Semarang menangani titik paling sering macet di pelajaran ini: berpindah antara zat yang terlihat, partikel yang tidak terlihat, dan rumus di papan tulis.
Les Kimia: gambaran singkatnya
Les kimia Edusora Semarang menangani titik paling sering macet di pelajaran ini: berpindah antara zat yang terlihat, partikel yang tidak terlihat, dan rumus di papan tulis. Melayani kelas 10 hingga 12 tempat Kimia berdiri sendiri, serta bagian kimia pada pelajaran IPA di SMP. Tutor menghampiri rumah atau mengajar daring, tarif Rp86.375 setiap sesi.
Konsultasi & DaftarSerba-serbi Program
Jenjang
SMA kelas 10 hingga 12 untuk mata pelajaran Kimia, serta kelas 7 hingga 9 untuk bagian kimia pada pelajaran IPA
Format
Privat, satu tutor menemani satu siswa
Tempat belajar
Di rumah siswa, atau daring bila keadaan menuntut
Durasi sesi
Satu sesi 90 menit, dapat diperpendek ke 60 atau diperpanjang ke 120
Tarif
Rp86.375 setiap sesi
Biaya perjalanan tutor
Berdiri di luar tarif, mengikuti jarak tempuh
Area layanan
Seluruh 16 kecamatan Kota Semarang
Fokus
Konsep mol, penyetaraan reaksi, hitungan stoikiometri, dan kecepatan mengerjakan soal ujian
Kimia jadi lebih dekat, di tempat pilihan keluarga
Jadwal les kimia disusun bareng keluarga, mengikuti ritme harian di rumah.
Terbuka saja
Keadaan yang paling tertolong, dan keadaan yang sebaiknya menunggu
Paling cocok
- Kelas 10 yang baru berjumpa konsep mol lalu merasa seluruh hitungan kimia mendadak asing
- Kelas 11 yang nilainya merosot ketika termokimia, laju reaksi, dan kesetimbangan datang berurutan
- Siswa yang mengerti penjelasan di kelas namun berhenti begitu menghadapi soal hitungan sendirian
- Siswa SMP yang porsi kimia pada pelajaran IPA terasa paling berat dibanding porsi lainnya
- Kelas 12 yang perlu merapikan materi kelas 10 dan 11 menjelang seleksi masuk
- Siswa yang nilai laporannya tertahan di bagian pembahasan selisih angka
Kelebihan kami
Pembeda les Kimia Edusora
Tiga lapis kimia dipisahkan dengan sengaja
Zat yang terlihat di gelas, partikel yang dibayangkan, dan rumus yang ditulis adalah tiga lapis berbeda. Tutor menyebutkan sedang berada di lapis mana, sehingga siswa berhenti tersesat saat guru berpindah.
Mol diperlakukan sebagai satuan jumlah
Hampir seluruh hitungan kimia SMA bertumpu pada satu konsep ini. Selama mol masih terasa seperti satuan berat, stoikiometri akan terus terasa seperti rumus acak yang perlu dihafal.
Menyetarakan reaksi dilatih sampai otomatis
Penyetaraan adalah pintu masuk hampir semua soal hitungan. Siswa melatihnya sampai tidak perlu berpikir lagi, supaya tenaga berpikirnya tersisa untuk pertanyaan yang sesungguhnya.
Satuan dijaga di setiap langkah
Banyak jawaban kimia salah karena satuannya berpindah tanpa disadari, gram terbaca sebagai mol atau mililiter sebagai liter. Menuliskan satuan di tiap baris menangkap kesalahan itu lebih awal.
Kenapa privat
Privat atau bimbel untuk kimia? Ini bedanya
| Fitur | Pilihan terbaikLes Kimia Privat EdusoraKe rumah di Semarang | Bimbel Kimia Grup | Belajar Kimia Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar kimia | Penuh, satu untuk satu | Terbagi ke banyak siswa | Tanpa pendamping |
| Materi kimia disesuaikan level siswa | |||
| Fokus ke bab kimia yang paling sulit | Ikut tempo kelas | Tergantung sendiri | |
| Belajar kimia di rumah Anda, Semarang | |||
| Jadwal menyesuaikan keluarga di Semarang | Kelas terjadwal | ||
| Perkembangan dipantau tiap sesi | Sesekali |
Peta materi
Bab kimia yang paling sering diminta, beserta jebakan khasnya
Kolom jebakan di bawah berisi kekeliruan yang berulang kami temui di bab itu. Sesi biasanya dimulai dengan memeriksa apakah kekeliruan tersebut sedang terjadi, sebelum materi baru ditambahkan.
Materi dan perubahannya
SMPYang dibahas. Unsur, senyawa, dan campuran, perubahan fisika berbanding perubahan kimia, serta cara pemisahan campuran.
Jebakan umum. Perubahan wujud dianggap perubahan kimia karena hasilnya terlihat berbeda.
Cara tutor. Penentunya dikembalikan ke satu pertanyaan: apakah zatnya masih zat yang sama. Siswa menguji sendiri beberapa contoh memakai pertanyaan itu.
Struktur atom dan tabel periodik
Kelas 10Yang dibahas. Partikel penyusun atom, konfigurasi elektron, elektron valensi, serta pola sifat dalam satu golongan dan satu periode.
Jebakan umum. Elektron valensi tertukar dengan jumlah seluruh elektron, sehingga penentuan golongan ikut salah.
Cara tutor. Konfigurasi ditulis bertahap sampai polanya terlihat, lalu letak unsur di tabel dibaca dari konfigurasi itu.
Ikatan kimia
Kelas 10Yang dibahas. Ikatan ion, kovalen tunggal dan rangkap, ikatan logam, serta hubungan jenis ikatan dengan sifat zat.
Jebakan umum. Ikatan kovalen dibayangkan selalu berbagi elektron secara merata, sehingga kepolaran sulit dijelaskan.
Cara tutor. Perbedaan keelektronegatifan dipakai sebagai alat ukur, dan siswa memperkirakan kepolaran sebelum jawabannya diperiksa.
Persamaan reaksi dan penyetaraan
Paling menentukanYang dibahas. Menuliskan rumus zat, menyusun persamaan reaksi, menyetarakan jumlah atom, serta membaca wujud zat dalam persamaan.
Jebakan umum. Angka di dalam rumus kimia diubah supaya jumlah atom cocok, sehingga zat yang dibicarakan ikut berubah.
Cara tutor. Batasnya ditegakkan sejak awal: hanya angka di depan senyawa yang boleh berubah. Latihannya diulang sampai otomatis.
Konsep mol dan stoikiometri
Kelas 10Yang dibahas. Massa molar, hubungan mol dengan massa dan volume gas, kepekatan larutan, serta hitungan berdasarkan perbandingan koefisien.
Jebakan umum. Mol diperlakukan sebagai satuan massa, sehingga rumus konversinya dihafal tanpa tahu kapan dipakai.
Cara tutor. Mol dikenalkan sebagai satuan jumlah partikel, sejajar dengan lusin. Rumusnya diturunkan sendiri alih-alih dihafal.
Larutan asam basa dan pH
Kelas 11Yang dibahas. Teori asam basa, kekuatan asam dan basa, perhitungan pH, larutan penyangga, serta titrasi.
Jebakan umum. Asam kuat dianggap selalu lebih pekat daripada asam lemah, sehingga perbandingan pH dijawab terbalik.
Cara tutor. Kekuatan dan kepekatan dipisahkan memakai dua contoh berlawanan, lalu perhitungan pH dikerjakan di atas pemisahan itu.
Termokimia
Kelas 11Yang dibahas. Reaksi eksoterm dan endoterm, entalpi reaksi, diagram tingkat energi, serta hukum Hess.
Jebakan umum. Endoterm dibaca sebagai dingin tanpa memisahkan sistem dari lingkungan, sehingga tanda entalpinya sering keliru.
Cara tutor. Batas sistem digambar lebih dulu di setiap soal, dan arah perpindahan kalornya ditandai sebelum angka dimasukkan.
Laju reaksi dan kesetimbangan
Kelas 11Yang dibahas. Faktor yang memengaruhi laju, orde reaksi, tetapan kesetimbangan, serta pergeseran kesetimbangan.
Jebakan umum. Kesetimbangan dibayangkan sebagai keadaan ketika jumlah zat di kedua sisi sama, padahal yang sama adalah kecepatan ke dua arah.
Cara tutor. Kesetimbangan diperagakan sebagai dua proses yang terus berjalan, lalu pergeserannya diperkirakan sebelum dihitung.
Redoks dan elektrokimia
Kelas 12Yang dibahas. Bilangan oksidasi, penyetaraan reaksi redoks, sel volta, elektrolisis, serta korosi.
Jebakan umum. Oksidasi dianggap selalu melibatkan oksigen, sehingga reaksi redoks tanpa oksigen tidak dikenali.
Cara tutor. Definisinya dikembalikan ke perpindahan elektron, dan bilangan oksidasi dihitung di setiap zat sebelum reaksinya disetarakan.
Yang didapat
Apa yang berubah setelah beberapa pekan pendampingan
- Menyetarakan reaksi tanpa berhenti berpikir — Penyetaraan berhenti menjadi hambatan dan menjadi langkah refleks, sehingga tenaga berpikir tersisa untuk pertanyaan yang sebenarnya diuji soal.
- Satu alur tetap untuk semua soal hitungan — Siswa punya urutan yang sama untuk setiap soal stoikiometri, dari menyetarakan sampai mengembalikan satuan, sehingga soal yang belum pernah dilihat tetap bisa dimulai.
- Satuan diperiksa di setiap baris — Kebiasaan menuliskan satuan menangkap kesalahan sebelum jawabannya selesai, dan ini salah satu perbaikan nilai yang paling cepat terasa.
- Peta tiga lapis yang bisa dipakai sendiri — Siswa mengenali kapan pembahasan berada di zat yang terlihat, di partikel, atau di rumus, sehingga penjelasan guru di kelas lebih mudah diikuti.
- Catatan rumus yang disusun sendiri — Alih-alih menyalin daftar rumus, siswa menyusun catatannya dari penurunan yang ia kerjakan sendiri, dan catatan semacam itu jauh lebih mudah dipanggil saat ujian.
- Kerangka laporan praktikum — Siswa mengetahui tuntutan tiap bagian laporan, terutama pembahasan selisih angka, yang paling kerap dicatat guru sebagai kurang.
- Kecepatan mengerjakan yang terukur — Menjelang ulangan, latihan dikerjakan dengan batas waktu supaya terlihat soal jenis apa yang masih memakan waktu berlebih.
Kimia terasa sulit karena tiga hal diajarkan sebagai satu hal
Ketika siswa mengatakan kimia membingungkan, keluhannya jarang tentang satu bab tertentu. Yang terjadi biasanya lebih mendasar: pelajaran ini bergerak di tiga lapis sekaligus, dan perpindahan antar lapis itu hampir tidak pernah diumumkan.
Lapis pertama adalah yang terlihat. Larutan berubah warna, logam berkarat, gelas menjadi hangat. Lapis kedua adalah yang dibayangkan, yaitu atom dan molekul yang bergerak, bertumbukan, lalu menyusun diri ulang. Lapis ketiga adalah yang dituliskan: rumus, persamaan reaksi, dan angka di depan senyawa.
Satu kalimat guru bisa melintasi ketiganya dalam sepuluh detik. Siswa yang belum memegang peta lapisnya akan mengikuti sebagian, lalu kehilangan jejak, dan menyimpulkan bahwa dirinya tidak bisa kimia. Les kimia Edusora Semarang memulai justru dari situ: menamai lapisnya dulu, dan menyebutkan dengan terbuka ketika pembahasan sedang berpindah.
Mol: satu konsep yang menentukan nilai dua tahun berikutnya
Kalau harus memilih satu titik yang paling menentukan nilai kimia SMA, pilihannya adalah konsep mol. Ia muncul di kelas 10 dan hampir tidak pernah berhenti dipakai sesudahnya. Termokimia memakainya, laju reaksi memakainya, kesetimbangan memakainya, titrasi memakainya.
Salah paham yang paling sering: mol diperlakukan sebagai satuan massa. Dugaan itu masuk akal karena mol selalu muncul bersama gram dalam soal, dan karena massa molar diukur dalam gram per mol. Begitu dugaan itu menempel, siswa mulai menghafal tiga atau empat rumus konversi tanpa tahu mana yang dipakai kapan.
Yang kami lakukan berbeda urutannya. Mol dikenalkan lebih dulu sebagai cara menghitung jumlah, seperti lusin atau rim yang sudah dikenal siswa, hanya dengan angka yang jauh lebih besar. Setelah gagasan menghitung partikel itu masuk, rumus konversinya tidak perlu dihafal lagi karena ia bisa diturunkan sendiri di tempat.
Siswa yang bagian ini rapi biasanya melewati bab berikutnya dengan jauh lebih sedikit kesulitan, dan itu sebabnya kami menolak melewatinya cepat-cepat meski ulangan berikutnya sudah dekat.
Kesalahan yang berulang pada siswa yang berbeda-beda
Setelah mendampingi cukup banyak siswa, pola kesalahannya mulai terbaca. Beberapa di antaranya muncul begitu sering sehingga kami memeriksanya lebih dulu sebelum membahas bab apa pun.
Yang pertama, mengubah angka di dalam rumus kimia ketika menyetarakan reaksi. Siswa mengubah H2O menjadi H2O2 supaya jumlah oksigennya cocok, dan tanpa sadar menukar zat yang dibicarakan. Yang boleh diubah hanya angka di depan senyawa.
Yang kedua, menganggap asam kuat selalu lebih pekat daripada asam lemah. Kekuatan asam menggambarkan seberapa banyak ia terurai, sedangkan kepekatan menggambarkan seberapa banyak zat itu dalam pelarut. Dua hal berbeda yang sering tertukar, dan soal perbandingan pH hampir selalu menguji tepat di situ.
Yang ketiga, reaksi endoterm dibaca sebagai reaksi yang mendinginkan karena menyerap kalor, tanpa memisahkan mana sistem dan mana lingkungan. Yang keempat, kesetimbangan dibayangkan sebagai keadaan ketika kedua sisi reaksi berjumlah sama, padahal yang sama adalah kecepatan ke dua arah.
Cara memeriksanya selalu sama. Siswa lebih dahulu menguraikan alasannya dengan bahasanya sendiri, baru kuncinya dibuka sesudahnya. Uraian yang keliru menunjukkan letak simpulnya jauh lebih terang dibanding jawaban benar yang kebetulan tepat.
Praktikum, keselamatan kerja, dan angka yang tidak pernah persis
Sebagian nilai kimia datang dari kegiatan di laboratorium, dan ada dua hal di sana yang jarang dibahas di luar ruang itu. Pertama, keselamatan kerja: cara memegang tabung, cara mengenali bau zat tanpa mendekatkan hidung, serta urutan mengencerkan asam kuat dengan menuangkan asam ke dalam air. Urutan tersebut punya alasan fisik yang bisa diterangkan, dan siswa yang tahu alasannya tidak akan lupa.
Kedua, bagian pembahasan pada laporan. Di kimia, hasil percobaan hampir selalu berselisih dari hasil perhitungan di atas kertas. Pembahasan yang mendapat nilai penuh menerangkan selisih itu: menyebut besarnya, lalu menunjuk dari mana ia mungkin datang, apakah dari pembacaan alat ukur, kemurnian zat, atau zat yang tersisa menempel di dinding gelas. Laporan yang hanya menuliskan ulang angka pengamatan kehilangan poin di situ.
Tutor memeriksa penalaran siswa dan menunjukkan bagian yang belum terjawab, tanpa menuliskan laporannya menggantikan siswa. Sasarannya laporan berikutnya yang sudah bisa disusun siswa tanpa pendampingan.
Kimia yang berdiri di sekitar kota ini
Kimia termasuk pelajaran yang paling mudah dihubungkan dengan hal yang bisa dilihat siswa sendiri. Semarang punya beberapa kawasan industri yang bekerja, di antaranya Kawasan Industri Wijayakusuma di Tugu dan kawasan Terboyo, dan proses di dalamnya berdiri di atas materi yang persis sedang dipelajari di kelas: laju reaksi, kesetimbangan, perpindahan kalor, dan pengolahan air buangan.
Menautkan bab ke hal semacam itu mengubah pertanyaan siswa. Dari apakah ini akan keluar di ujian, menjadi di mana ini dipakai. Perubahan itu terdengar kecil, dan dalam pendampingan sehari-hari pengaruhnya terhadap daya tahan belajar cukup terlihat.
Sesi berlangsung di meja belajar siswa sendiri, beracuan pada buku pegangan sekolah serta catatan gurunya. Bila keadaan jalan atau cuaca menghalangi, pertemuan hari itu beralih ke daring agar rangkaiannya tidak terputus. Kimia termasuk pelajaran yang cukup tahan dibawa ke layar, sebab porsi terbesarnya adalah mengerjakan hitungan berdampingan, dan langkahnya bisa ditulis lalu ditunjuk bersama.
Langkah
Cara satu soal hitungan kimia dikerjakan di sesi kami
Mulai di Tulis reaksinya dan setarakan dulu. Sisanya 4 langkah.
Tulis reaksinya dan setarakan dulu
Sebelum angka apa pun dimasukkan, persamaan reaksinya ditulis dan disetarakan. Soal yang dikerjakan di atas reaksi yang belum setara hampir selalu salah di akhir, meski seluruh hitungannya benar.
Tandai apa yang diketahui dan dalam satuan apa
Gram, liter, molaritas, atau jumlah partikel. Menandainya di awal mencegah satuan tertukar di tengah pengerjaan, dan itu penyebab kesalahan yang paling sering kami temui.
Ubah semuanya menjadi mol
Mol adalah mata uang bersama seluruh hitungan kimia. Setelah semua besaran berada di satuan yang sama, perbandingan koefisien reaksi bisa langsung dipakai.
Pakai perbandingan koefisien
Di sini koefisien yang tadi disetarakan terbayar. Perbandingannya menghubungkan zat yang diketahui dengan zat yang ditanyakan tanpa perlu rumus tambahan.
Kembalikan ke satuan yang diminta soal
Soal menanyakan gram, volume, atau kepekatan. Langkah terakhir mengubah mol kembali ke satuan itu, dan jawabannya diperiksa kewajarannya sebelum ditulis sebagai jawaban akhir.
Tanya jawab
Serba-serbi les kimia di Semarang
Layani sekarang
Jadwalkan sesi kimia pertamamu
Ceritakan target kimia-mu, kami carikan tutor yang pas di Semarang. Tanpa komitmen di awal.
